Monday, March 11, 2013

Pengertian dan Tujuan Pelatihan (Training)

      Sobat pembaca, kali ini Kreasi Kita akan membagikan kepada kita semua tentang pelatihan.. Selamat membaca ya..
  • Pengertian Pelatihan
Pengertian dan Tujuan Pelatihan (Training)
Pengertian dan Tujuan Pelatihan (Training)
      Secara teoritis, istilah pelatihan (training) adalah suatu proses dimana orang-orang mencapai kemampuan tertentu untuk membantu pencapaian tujuan organisasi (Mathis & Jackson, 2002:5). Secara terbatas, pelatihan menyediakan para pegawai dengan pengetahuan yang spesifik dan dapat diketahui serta ketrampilan yang digunakan dalam melakukan pekerjaan mereka saat ini. Sementara batasan yang lebih luas menyimpulkan bahwa pelatihan merupakan cakupan dari pengembangan serta memfokuskan individu untuk mencapai kemampuan baru yang berguna baik bagi pekerjaannya saat ini maupun masa yang akan datang.
      Anwar Prabu (2003 : 24) mengemukakan bahwa pelatihan adalah proses pendidikan jangka pendek yang mempergunakan prosedur sistematis dan terorganisasi, pegawai non-manajerialnya mempelajari pengetahuan dan ketrampilan teknis dalam tujuan terbatas.
      Dengan demikian, istilah pelatihan ditujukan pada pegawai pelaksana untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan teknis.
  • Tujuan Pelatihan
      Menurut Ranupandojo (2000:82) tujuan dari diadakannya pelatihan adalah: 
  1. Meningkatkan produktivitas
  2. Memperbaiki moral
  3. Mengurangi pengawasan
  4. Mengurangi kemungkinan terjadi kecelakaan
  5. Meningkatkan kestabilan dan keluwesan organisasi.
      Kestabilan organisasi menunjukkan kemampuan organisasi untuk mempertahankan efektivitasnya meskipun kehilangan pegawai kunci. Keluwesan organisasi menunjukkan kemampuan organisasi untuk menyesuaikan diri dengan variasi jangka pendek akan volume pekerjaan. Prinsip-prinsip pemberian pelatihan (Ranupandojo, 2000:82) : 
  1. Motivasi. Semakin tinggi motivasi seorang pegawai, semakin cepat ia akan mempelajari ketrampilan atau pengetahuan baru. Latihan sebagai alat haruslah dihubungkan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh para pegawai.
  2. Laporan kemajuan. Diperlukan untuk mengetahui seberapa jauh seorang pegawai telah memahami pengetahuan yang baru. Meskipun demikian pembuatan laporan kemajuan yang terlalu sering adalah tidak disarankan.
  3. Reinforcement. Apabila suatu ketrampilan sedang dipelajari, perlulah proses belajar ini diperkuat dengan hadiah ataupun hukuman. Manajemen haruslah menentukan agar setiap hadiah dikaitkan dengan kemajuan para pegawai.
  4. Praktek. Mempraktekkan apa yang dipelajari jelas merupakan hal yang sangat penting. Sedapat mungkin para pegawai yang dilatih bisa mempraktekkan ketrampilan tersebut dalam suasana pekerjaan yang sebenarnya.
  5. Perbedaan individual. Meskipun latihan secara kelompok sering mempunyai kelebihan ekonomis, perlulah disadari bahwa pada hakekatnya pegawai itu berbeda antara satu dengan lainnya. Karenanya latihan yang efektif hendaknya menyeuaikan kecepatan dan kerumitan dengan kemampuan masing-masing individu.

No comments:

Post a Comment