Thursday, July 28, 2016

Lambang/Logo Koperasi Indonesia Kembali Berubah

    Hai Sobat Pembaca, sorry sekian lama Admin kehabisan tinta untuk menulis, hehehe... Kali ini, Admin mencoba memperbaharui kembali informasi tentang Logo Koperasi Indonesia.. Sekalipun telat, namun Admin berpikir bahwa minimal post-post yang pernah berbicara tentang Logo Koperasi sebelumnya di Kreasi Kita dapat disesuaikan dengan perkembangan.. Hehehe.. 

Kembali ke rel
    Perubahan Logo Koperasi Indonesia, sesuai dengan Surat Keputusan Dewan Koperasi Indonesia Nomor: SKEP/03/DEKOPIN-E/I/2015 tentang Perubahan Lambang/ Logo Gerakan Koperasi Indonesia dan juga Sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 01/Per/M.KUKM/II/2015 tentang Perubahan Lambang/ Logo Gerakan Koperasi Indonesia. 

    Adapun alasan dirubahnya kembali logo koperasi yakni sesuai aspirasi gerakan koperasi Indonesia yang menghendaki Lambang/Logo gerakan Koperasi Indonesia dikembalikan sebagaimana ditetapkan dalam kongres Koperasi Indonesia pertama di Tasikmalaya tahun 1947, sehingga Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM nomor 02/Per/M.KUKM/IV/2012 tentang Penggunaan Lambang Koperasi Indonesia dicabut.

Nah, Demikian Sobat pembaca.. Terimakasih atas kunjungannya..
Salam.

Monday, May 5, 2014

Harga Getah Pasang Surut

     Sobat pembaca, kali ini Admin mencoba menulis tentang harga getah karet yang pasang surut nilainya.. Tentunya ini kan menjadi sempurna ketika Sobat pembaca mau berbagi pengalaman melalui komentarnya..
Selamat membaca ya..

     Rakyat yang berprofesi sebagai petani karet tampaknya begitu resah dengan kondisi harga karet saat ini. Mereka harus mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhannya. Selain harga karet yang terus mengalami penurunan, saat ini kebun karet di Sumatera Utara (Sumut) juga tengah mengalami musim gugur daun.
Harga Getah Pasang Surut
Harga Getah Pasang Surut
     Untuk kondisi saat ini, di Kota Admin harga karet terhitung sangat rendah nilainya kisaran Rp 4.500,- s/d Rp 6.500,- per Kg. Lalu, berbicara tentang siapa yang salah maka itu kembali kepada pengusaha dan pemerintah yang punya aturan main tersendiri. Admin hanya khawatirkan bahwa itu akan berdampak buruk bagi kesejahteraan rakyat. Lalu, visi misi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan massa rakyat dikemanakan? Belum lagi harga kebutuhan yang sudah tidak berbanding lagi dengan pendapatan, dimana untuk mendapatkan 1 Kg beras maka dibutuhkan beberapa Kg getah karet untuk dijadikan uang. Ironis memang.
     Disela-sela kekhawatiran itu, Admin mencoba mencari tahu penyebab kondisi tersebut. Dari sisi demand, melemah harga karet utamanya diakibatkan oleh berkurangnya permintaan China selaku konsumen yang saat ini sudah banyak menarik diri dari bursa berjangka dan kekhawatiran akan lemahnya pertumbuhan Industri China yang mengakibatkan menurunnya permintaan. Selanjutnya, pelemahan ini juga disebabkan adanya over supply atau peningkatan stok. Kemudian adanya protes anti-pemerintah di Thailand yang berpotensi menurunkan produksi Januari-Februari 2014 sebesar 10-20 persen.
     Dari beberapa faktor tersebut di atas, menurut Admin tidak tertutup kemungkinan bahwa masih ada beberapa penyebab lokal juga yang mempengaruhi nilai jual karet yakni permainan pihak penggalas yang ingin meraup uang sebanyak mungkin dengan menekan harga getah karet dilapangan dan kadar dari getah karet tersebut tidak memenuhi standar.
     Melihat kondisi tersebut, maka mau tidak mau petani karet harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, terlebih-lebih petani yang menyerahkan segala sumber pendapatannya di kebun karet. Semoga saja masalah kebutuhan karet dunia dapat kembali normal dan para penggalas yang bermain curang segera bertobat.

Nah, Sobat pembaca.. Demikianlah postingan kali ini, semoga bermanfaat..
Salam..

Monday, April 28, 2014

Kendaraan Dinas atau Kendaraan Balapan

       Wuussstt, begitu desiran angin yang membawa seliter pasir menghampiri Admin ketika sedang mengendarai sepeda motor, pulang ke rumah.. Maklum, jarak rumah dengan tempat kerja lumayanlah jauhnya..
       Lalu, sekelebat (hm, macam cerita Wiro Sableng aja ya, hehehe..) bayangan kendaraan berplat Merah menjauh dari pandangan normal Admin.. Perkiraan temperature saat itu normal dan laju sepeda motor butut Admin kisaran 80 Km/ Jam.. Wow, luar biasa.. Kecepatannya melebihi 110 Km/ jam kalo begitu.. Sebagai warga negara yang baik, Admin memuji kepiawaian pengendara tersebut serta menghujatnya karena hampir saja kendaraan didepannya yang berlawan arah dipaksa untuk masuk selokan (mengindari tabrakan).. Selintas Admin perhatikan pengendara tersebut, tertegun dengan ekspresi pucat, yang diwarnai dengan komat kamit.. Tidak begitu terdengar sih, apakah itu makian, doa atau apa..? Yang jelas, mungkin dia biasa-biasa saja bila tidak disuguhi kejadian yang cukup indah itu.. Hehehe…
       Sobat pembaca, itu hanya segelintir kejadian yang kebetulan terlihat oleh Admin.. Masih banyak yang pernah menyaksikan hal yang lebih ekstrim lagi tentang Plat Merah ini.. Lalu, sebagai orang awam yang buta akan peraturan plat Merah, Admin mencoba himpun petunjuk dari Mbah Google.. Ternyata setelah saya cari tau, Plat Merah itu sebenarnya berfungsi untuk keperluan pelayanan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi pejabat atau PNS.. Dengan kata lain, BUKAN UNTUK BALAPAN.. 
Seketika bibir tebal Admin membentuk kata “O” begitu.. Hahaha, Admin pikir Mobil Dinas bisa diajak untuk balapan.. Lalu, ketika kendaraan tersebut untuk kepentingan masyarakat, mengapa hari ini dan sebelumnya begitu kejadiannya..? Harusnya, Pemda setempat bisa memberikan warning buat oknum yang mengendarai Plat Merah tersebut.. Atau, dianggarkan saja pembangunan sirkuit balap dekat bangunan Kantor Pemda biar nafsu balap pengguna Plat Merah terpenuhi disana.. Mau hancur atau bagaimana, terserah.. Yang penting jangan bikin warga meringis ngeri lagi.. 
       Nah Sob, ini bukan sekedar penggalan cerita belaka.. Tidak ada kepentingan lain diposting ini,. Ini hanya ungkapan keprihatinan atas apa yang terjadi di luar sana.. Tidak juga mengungkit soal Mobil Dinas yang multi plat (Merah dan Hitam).. Itu sih urusan pihak yang berwenang.. Hehehe… Hanya saja, sebagai generasi penerus, mari kita ingatkan para Pimpinan Pemda kita untuk sadar akan banyaknya hal-hal buruk yang telah dan sedang terjadi diluar sana yang sama sekali jauh dari jangkauan penglihatan mereka..

Demikian saja Sob..
Salam..