Monday, March 18, 2013

Pengertian Iklim Organisasi

      Sobat pembaca, kita sebelumnya telah berbicara sedikit banyaknya tentang organisasi. Masih dengan topik yang sama, kali ini Kreasi Kita akan membagikan kepada kita semua tentang iklim organisasi. Iklim..?? Hm, seperti prakiraan cuaca saja.. Hehehe... Slamat membaca ya.. 
      Iklim organisasi merupakan keadaan mengenai karakteristik yang terjadi di lingkungan kerja yang dianggap mempengaruhi perilaku orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasi tersebut. oleh karena itu, iklim organisasi dapat dikatakan sebagai lingkup organisasi.
Iklim Organisasi
Iklim Organisasi
      Menurut Owens (1991) dan Hoy and Miskel (1987), bahwa “iklim organisasi adalah persepsi anggota tentang lingkungan kerja organisasi”. Scheider (1991) berpendapat bahwa “iklim organisasi menunjuk pada gaya material yang mempengaruhi pandangan anggota mengenai nilai dan tujuan organisasi”. Sedangkan Menurut Rossow (1990), “iklim organisasi menunjuk pada karakteristik organisasi secara keseluruhan dan berhubungan dengan perasaan anggota yang bersangkutan”.
      Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi tidak hanya menyangkut aspek sosial saja tetapi juga aspek fisik dalam organisasi. Iklimorganisasi juga berkenaan dengan persepsi anggota organisasi, baik secara individual maupun kelompok, tentang sifat-sifat dan karakteristik organisasi yang mencerminkan norma serta keyakinan dalam organisasi.
      Banyak hal yang berpengaruh di dalam organisasi sehingga terbentuklah iklim organisasi, hal tersebut adalah : 
  1. Bekerja keras. Beban kerja yang berat serta tidak diimbangi dengan hasil yang diharapkan pada akhirnya, juga akan mempengaruhi orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut.
  2. Kerja sama. Antara pemimpin dan karyawan tidak saling membeda-bedakan, bersama-sama menciptakan suasana dalam organisasi menjadi nyaman, sehingga kesertaan dan keserasian kerja di dalamnya semakin meningkatkan kinerja organisasi tersebut.
  3. Peraturan. Peraturan yang dibuat dijadikan sebagai pedoman sehingga hendaknya benar-benar mentaati dan bila ada penyelewengan harus benar-benar ditindak dengan tegas, baik memberikan peringatan ataupun hukuman.
      Suatu organisasi tidak terlepas dari lingkungan yang mengelilinginya, baik internal maupun eksternal yang salah satunya adalah iklim organisasi. Keith Davis dan Newstrom (1994:21) menyatakan bahwa “Iklim organisasi adalah lingkungan manusia dimana para pegawai organisasi melakukan pekerjaan mereka”. Definisi iklim organisasi telah banyak dikemukakan oleh beberapa ahli yaitu antara lain oleh : Litwin dan Stringer ( Fahmi Alaydroes , 2000:19) menyatakan bahwa : “The term organizational climate refers to a set of measurable properties of the work environment, perceived directly or indirectly by the people who live and work in this environment and assumed to influence their motivation and behaviour”. (Iklim organisasi pada intinya adalah lingkungan di dalam suatu organisasi yang dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung oleh individu yang bekerja didalamnya, yang diasumsikan akan mempengaruhi motivasi dan perilaku mereka).
      Menurut Jhon (2006) bahwa: “Iklim organisasi merupakan seperangkat karakteristik yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lain dan mempengaruhi perilaku orang-orang berbeda di dalam organisasi itu”. Sedangkan menurut Renato Tagiuri (1968) menyatakan bahwa : “Organizational climate is a relatively enduring quality of the internal environtment of an organization that (a) is experienced by its members, (b) influences their behaviour, and (c) can be described in terms of values of a particular set of characteristic (or attitude) of organization”. (Iklim organisasi merupakan suatu kualitas lingkungan internal dari sebuah organisasi yang (a) dirasakan oleh anggota organisasi, (b) mempengaruhi perilaku anggota organisasi, (c) dapat digambarkan dan dianalisis dengan menggunakan nilai dari suatu set karakteristik lingkungan). Luthans (1998) menambahkan bahwa : “Iklim organisasi adalah keseluruhan “Perasaan” yang meliputi hal-hal fisik,bagaimana para anggota berinteraksi dan bagaimana para anggota organisasi mengendalikan diri dalam berhubungan dengan pelanggan atau pihak luar organisasi.
      Sementara menurut Lewin (1985:120) menyatakan bahwa: “Iklim organisasi merupakan lingkungan yang dirasakan dan dianggap mengadakan interaksi dengan ciri individu para pekerja yang menentukan perilaku mereka. Dengan kata lain iklim dapat dipandang sebagai kepribadian organisasi seperti yang dilihat para anggotanya. Organisasi mempunyai iklim yang berbeda yang dapat mempengaruhi kualitas anggotanya. Iklim organisasi merupakan suasana psikologis yang dirasakan oleh seluruh karyawan pada organisasi. Perhatian terhadap iklim organisasi ini sangat diperlukan karena merupakan upaya yang dapat mendukung karyawan agar tetap produktif dan bahkan dapat meningkatkan motivasi kerjanya. Oleh karena itu, organisasi harus dapat menciptakan suatu iklim yang memungkinkan tercapainya suatu tujuan organisasi.
      Sobat semua, dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi merupakan keadaan mengenai karakteristik yang terjadi di lingkungan kerja yang dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung dan dapat mempengaruhi perilaku orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasi tersebut.

No comments:

Post a Comment