Monday, May 5, 2014

Harga Getah Pasang Surut

     Sobat pembaca, kali ini Admin mencoba menulis tentang harga getah karet yang pasang surut nilainya.. Tentunya ini kan menjadi sempurna ketika Sobat pembaca mau berbagi pengalaman melalui komentarnya..
Selamat membaca ya..

     Rakyat yang berprofesi sebagai petani karet tampaknya begitu resah dengan kondisi harga karet saat ini. Mereka harus mencari pekerjaan lain untuk memenuhi kebutuhannya. Selain harga karet yang terus mengalami penurunan, saat ini kebun karet di Sumatera Utara (Sumut) juga tengah mengalami musim gugur daun.
Harga Getah Pasang Surut
Harga Getah Pasang Surut
     Untuk kondisi saat ini, di Kota Admin harga karet terhitung sangat rendah nilainya kisaran Rp 4.500,- s/d Rp 6.500,- per Kg. Lalu, berbicara tentang siapa yang salah maka itu kembali kepada pengusaha dan pemerintah yang punya aturan main tersendiri. Admin hanya khawatirkan bahwa itu akan berdampak buruk bagi kesejahteraan rakyat. Lalu, visi misi pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan massa rakyat dikemanakan? Belum lagi harga kebutuhan yang sudah tidak berbanding lagi dengan pendapatan, dimana untuk mendapatkan 1 Kg beras maka dibutuhkan beberapa Kg getah karet untuk dijadikan uang. Ironis memang.
     Disela-sela kekhawatiran itu, Admin mencoba mencari tahu penyebab kondisi tersebut. Dari sisi demand, melemah harga karet utamanya diakibatkan oleh berkurangnya permintaan China selaku konsumen yang saat ini sudah banyak menarik diri dari bursa berjangka dan kekhawatiran akan lemahnya pertumbuhan Industri China yang mengakibatkan menurunnya permintaan. Selanjutnya, pelemahan ini juga disebabkan adanya over supply atau peningkatan stok. Kemudian adanya protes anti-pemerintah di Thailand yang berpotensi menurunkan produksi Januari-Februari 2014 sebesar 10-20 persen.
     Dari beberapa faktor tersebut di atas, menurut Admin tidak tertutup kemungkinan bahwa masih ada beberapa penyebab lokal juga yang mempengaruhi nilai jual karet yakni permainan pihak penggalas yang ingin meraup uang sebanyak mungkin dengan menekan harga getah karet dilapangan dan kadar dari getah karet tersebut tidak memenuhi standar.
     Melihat kondisi tersebut, maka mau tidak mau petani karet harus mencari pekerjaan tambahan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, terlebih-lebih petani yang menyerahkan segala sumber pendapatannya di kebun karet. Semoga saja masalah kebutuhan karet dunia dapat kembali normal dan para penggalas yang bermain curang segera bertobat.

Nah, Sobat pembaca.. Demikianlah postingan kali ini, semoga bermanfaat..
Salam..

4 comments:

  1. makasih gan infonya dan semoga bermanfaat

    ReplyDelete
  2. mantap bos artikelnya dan sangat menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanks bos..
      Sering2 mampir ya..

      Delete