Wednesday, February 20, 2013

Pengertian Perencanaan

      Sobat pembaca, sebelumnya Kreasi Kita memang sudah membagikan beberapa hal tentang perencanaan. Misalnya saja Perencanaan Pemeliharaan dan juga Perencanaan SDM. Namun, Kreasi Kita melihat bahwa pengertian perencanaan belum tersentuh secara mendetail. Dengan segala keterbatasan, kali ini Kreasi Kita akan membagikan kepada kita semua tentang Pengertian Perencanaan dengan harapan bahwa semoga ini bisa bermanfaat buat kita semua..
Perencanaan
      Secara umum perencanaan merupakan pembuatan kerangka-kerangka, atau penetapan tahapan-tahapan yang akan dikerjakan. Agar proses produksi dalam sebuah perusahaan berjalan sesuai yang diharapkan, maka manajer haruslah membuat perencanaan. Perencanaan tersebut disusun sebagai pedoman dalam mengukur sejauh mana penggunaan bahan baku sehingga dapat menekan biaya-biaya yang dikeluarkan dan penumpukan bahan baku. Robbins dan Coulter di dalam Ernie dan Kurniawan (2005: 96) mengemukakan bahwa: Perencanaan adalah sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkoordinasikan seluruh pekerjaan hingga tercapainya tujuan organisasi.
      Menurut Ernie dan Kurniawan (2005: 96), bahwa perencanaan dilihat dari tiga sisi, yakni:
  1. Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai, 
  2. Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan menggunakan pengaruh atas wewenangnya untuk menentukan atau mengubah tujuan dan kegiatan organisasi,
  3. Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, bilamana dan siapa yang akan melakukannya, di mana keputusan yang diambil belum tentu sesuai, hingga implementasi perencanaan tersebut dibuktikan di kemudian hari. 
      Menurut T. Hani Handoko (1994: 78), mengatakan bahwa: “Perencanaan adalah suatu proses yang tidak berakhir bila rencana tersebut telah ditetapkan; rencanan harus diimplementasikan”. Dari defenisi diatas memberikan gambaran yakni setiap saat selama proses implementasi dan pengawasan, rencana-rencana mungkin memerlukan modifikasi agar tetap berguna. Agus Ahyari (1994: 38), mengatakan bahwa: “Perencanaan merupakan suatu spesifikasi dari tujuan yang ingin dicapai serta cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut”.
      Dari defenisi yang telah dikemukakan diatas mengandung beberapa hal sebagai berikut : 
  1. Perencanaan melibatkan proses penetapan dari suatu keadaan pada masa-masa yang akan datang. 
  2. Perlu untuk diadakannya identifikasi dari keadaan masa sekarang, serta keadaan pada masa yang akan datang yang diinginkan oleh perusahaan tersebut. 
  3. Semua perbedaan atau kesenjangan dari keadaan masa sekarang dengan keadaan pada masa yang akan datang tersebut perlu diadakan identifikasi serta perlu diketahui spesifikasi yang ada.
  4. Setelah perbedaan-perbedaan antara keadaan masa sekarang dengan keadaan masa yang akan datang tersebut diketahui, maka akan dapat dilakukan beberapa usaha yang diperlukan untuk menjembataninya.
  5. Usaha yang akan dan dapat dilaksanakan untuk menjembatani kesenjangan masa sekarang dengan masa yang akan datang tersebut dapat terdiri dari kegiatan yang beraneka ragam, yang kesemuanya itu akan merupakan alternatif yang dapat ditempuh oleh perusahaan tersebut. 
  6. Dengan adanya beberapa alternatif untuk melakukan usaha menjembatani kesenjangan tersebut, perlu diadakan analisis untuk memilih alternatif yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi dari perusahaan yang bersangkutan. 
  7. Alternatif yang dipilih tersebut diperinci lagi menjadi lebih jauh sehingga akan dapat dijadikan pedoman untuk melaksanakan kerja, sebagai pedoman pelaksanaan untuk pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan tersebut.
      Perencanaan ini akan mempunyai arti yang sangat penting bagi seluruh kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan. Terdapat beberapa defenisi yang berbeda tentang perencanaan ini, namun pada prinsipnya mempunyai pengertian yang sama. Perencanaan ini akan merupakan sesuatu spesifikasi dari tujuan yang ingin dicapai serta cara-cara yang ingin ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satu aspek penting dalam perencanaan adalah pembuatan keputusan (decision making), proses pengembangan dan penyeleksian sekumpulan kegiatan untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Keputusan-keputusan harus dapat dibuat pada berbagai tahap dalam proses perencanaan. Dalam perencanaan tersebut manajer harus memutuskan “apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya, dan siapa yang melakukannya”. Dengan pentingnya perencanaan dalam kegiatan /aktivitas dalam pencapaian tujuan yang ingin diharapkan manfaat perencanaan yang ditimbulkan akan sangat berpengaruh dalam organisasi yang akan dikembangkan.
      Dari beberapa hal tersebut diatas, kiranya dapatlah disebutkan pengertian dari perencanaan ini secara singkat sebagai serangkaian keputusan yang diambil sekarang, untuk dikerjakan pada waktu yang akan datang. Titik berat pada penyusunan perencanaan ini adalah pada pembuatan keputusan, dimana keputusan-keputusa tersebut akan dilaksanakan oleh perusahaan pada waktu yang akan datang, yaitu pada periode pelaksanaan dari perencanaan tersebut. Jenis dari perencanaan ini ada beberapa macam. Oleh karena perencanaan ini dapat dilihat dari beberapa segi, maka jenis dari perencanaan ini pun dapat dilihat dari beberapa macam segi tersebut. Pemisahan jenis perencanaan yang dilihat dari segi waktu perencanaan, akan menghasilkan jenis perencanaan yang berbeda apabila dibandingkan dengan pemisahan jenis perencanaan dari segi besarannya.
      Dengan demikian apabila kita hendak melihat jenis dari perencanaan ini, maka tidak dapat kita harus menentukan terlebih dahulu dari sudut apa kita memisahkan jenis perencanaan tersebut. Dari segi jangka waktunya, pada umumnya perencanaan akan dibagi menjadi perencanaan jangka panjang, perencanaan jangka menengah dan perencanaan jangka pendek.Perencanaan jangka panjang ini pada umumnya diasosiasikan sebagai perencanaan strategikal, yaitu merupakan perencanaan yang mempunyai jangka waktu yang panjang, yang hanya terdiri dari garis-garis besar daripencapaian tujuan perusahaan. Perencanaan jangka menengah pada umumnya merupakan menjabaran dari perencanaan jangka panjang, yang akan menjembatani perencanaan jangka panjang dalam perusahaan yang bersangkutan dengan perencanaan jangka pendek di dalam perusahaan yang sama. Perencanaan jangka pendek atau sering disebut perenncanaan taktikal akan merupakan perencanaan yang cukup terperinci, sehingga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk pelaksanaan kerja dalam perusahaan yang bersangkutan. Perencanaan jangka pendek dalam perusahaan ini dapat dibeda-bedakan antara perencanaan periodikal dan perencanaan kontinyual. Dari segi besarya, perencanaan dapat dibagi menjadi perencanaan makro, perencanaan meso, dan perencanaan mikro. Perencanaan makro ini merupakan suatu perencanaan yang mempunyai lingkup penggunaan secara nasional, sedangkan perencanaa meso merupakan perencanaan yang mempunyai lingkup yang lebih kecil bila dibandingkan dengan perencanaan makro. Perencanaan mikro merupakan perencanaan yang mempunyai lingkup institusional, yang merupakan perencanaan dari institusi atau lembaga tersebut. Perencanaan-perencanaan yang disusun dan dipergunakan oleh masing-masing perusahaan ini merupakan contoh dari perencanaan mikro tersebut.
      Ada dua alasan dasar perlunya perencanaan yaitu perencanaan dilakukan untuk mencapai 1) “protective benefits” yang dihasilkan dari pengurangan kemungkinan terjadinya kesalahan dalam pembuatan keputusan, dan 2) “positive benefits” dalam bentuk meningkatnya sukses pencapaian tujuan organisasi.
      T. Hani H. (2002: 80) mengemukakan bahwa, manfaat dari perencanaan tersebut antara lain : 
  • Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan
  • Membantu dalam kristalisasi penyesuaian pada masalah-masalah utama.
  • Memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas. 
  • Membantu penempatan tanggungjawab lebih tepat 
  • Memberikan cara pemberian perintah untuk beroperasi 
  • Memudahkan dalam melakukan koordinasi diantara berbagai bagian organisasi. 
  • Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan kebih mudah dipahami.
  • Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
  • Menghemat waktu, usaha dan dana.
      Nah, Sobat semua.. Dengan perencanaan yang matang memberikan gambaran keputusan-keputusan yang perlu dilakukan oleh manager sehingga penggunaan bahan baku lebih optimal dalam pencapaian laba.

No comments:

Post a Comment