Sunday, February 24, 2013

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kedisiplinan

Tingkat Kedisiplinan
      Kedisiplinan kerja yang baik mencerminkan rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Kedisiplinan kerja mendorong gairah atau semangat kerja karyawan, sehingga perlu ditingkatkan dalam setiap organisasi baik organisasi pemerintah maupun swasta, karena tanpa dukungan kedisiplinan karyawan yang baik maka organisasi akan mengalami kesulitan dalam mewujudkan tujuannya. Tingkat kedisiplinan kerja karyawan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu seperti yang dikemukakan oleh Fathoni (2006:127), 
  1. Tujuan dan Kemampuan. Tujuan yang ingin dicapai oleh suatu organisasi harus jelas dan ditetapkan secara ideal serta cukup menantang bagi kemampuan karyawan. Akan tetapi, jika tujuan itu di luar kemampuannya ata jauh di bawah kemampuannya maka kesungguhan dan kedisiplinannya akan rendah. 
  2. Keteladanan. Pimpinan Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan karyawan, karena pimpinan dijadikan teladan dan panutan oleh para bawahannya. Jika teladan pimpinan kurang baik atau pimpinan tidak berdisiplin maka para bawahannya akan kurang disiplin juga. Oleh karena itu, pimpinan harus menyadari bahwa perilakunya akan dicontoh atau diteladani oleh bawahannya.
  3. Balas Jasa. Pada dasarnya balas jasa (gaji dan kesejahteraan) dapat mempengaruhi kedisplinan karyawan, karena balas jasa akan memberikan kepuasan dan kecintaan karyawan terhadap instansi atau organisasi. Balas jasa berperan penting untuk kedisiplinan karyawan artinya semakin besar balas jasa semakin baik kedisplinan karyawan.
  4. Keadilan. Keadilan yang dijadikan dasar kebijakan dalam pemberian balas jasa, pengakuan maupun hukuman akan merangsang terciptanya kedesiplinan karyawan yang baik. Keadilan ikut mendorong terwujudnya kedisiplinan karyawan, karena ego dan sifat manusia yang selalu merasa dirinya penting dan ingin diperlakukan sama dengan manusia lainnya.
  5. Pengawasan Melekat (Waskat). Pengawasan melekat efektif merangsang kedisiplinan dan moral kerja karyawan. karyawan merasa mendapat perhatian, bimbingan, petunjuk, pengarahan dan pengawasan dari atasaannya. Jadi, pengawasan melekat menuntut adanya kebersamaan aktif antara atasan dengan bawahan dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
  6. Sanksi (Hukuman). Sanksi atau hukuman berperan penting dalam memelihara kedisiplinan karyawan, karena dengan sanksi atau hukuman yang semakin berat maka karyawan akan semakin takut melanggar peraturan-peraturan dan sikap atau perilaku ketidak disiplinan akan berkurang. Sanksi atau hukuman hendaknya bersifat mendidik dan menjadi alat motivasi untuk memelihara kedisiplinan dalam organisasi. 
  7. Ketegasan. Seorang pimpinan harus berani dan tegas bertindak untuk menghukum setiap karyawan yang tidak disiplin sesuai dengan sanksi atau hukuman yang telah ditetapkan. Sebaliknya, apabila seorang pimpinan kurang tegas dan tidak menghukum karyawan yang tidak disiplin, maka sulit baginya untuk memelihara kedisiplinan bawahannya bahkan sikap kurang disiplin karyawan semakin banyak, karena mereka beranggapan bahwa peraturan dan sanksi atau hukuman tidak berlaku lagi. 
  8. Hubungan Kemanusiaan. Pimpinan harus berusaha menciptakan suasana hubungan kemanusiaan yang serasi serta mengikat, vertikal maupun horizontal diantara semua bawahannya. Hubungan kemanusiaan yang harmonis diantara sesama karyawan ikut memotivasi dan menciptakan kedisiplinan yang baik bagi organisasi.
      Demikianlah yang bisa Kreasi Kita bagikan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kedisiplinan, semoga dapat bermanfaat buat kita semua. Hm,.. Akhirnya Kreasi Kita sangat mengharapkan masukan dari Sobat semua demi melengkapi tulisan ini dimasa yang akan datang dan sebelumnya terimakasih banyak. Kita tunggu ya kunjungannya..

No comments:

Post a Comment