Monday, March 18, 2013

Ciri-ciri Perilaku Produktif

      Sobat semua, bila seseorang memiliki perilaku kerja produktif, maka ia akan memiliki ciri-ciri atau sifat yang mendukungnya. Meskipun tidak ada individu yang sama, Robert M Ranftl (Dale Timpe) (2002 : 42) berhasil merumuskan karakteristik kunci profil pegawai yang produktif yang didalamnya sudah termasuk perilaku efektif dan efisien, yakni : 
Ciri-ciri Perilaku Produktif
Ciri-ciri Perilaku Produktif
  1. Lebih dari memenuhi kualifikasi pekerjaan. Kualifikasi dianggap mendasar bagi pekerjaan. Dianggap bahwa produktivitas tinggi tidak mungkin tanpa kualifikasi yang benar.
  2. Mempunyai orientasi pekerjaan positif,. Sikap seseorang terhadap tugas pekerjaan.
  3. Dapat bergaul dengan efektif. Kemampuan untuk memantapkan hubungan antara pribadi yang positif.
  4. Dewasa. Kemampuan dan kemauan seseorang untuk bertanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan.
      Indikator perilaku kerja produktif juga dikembangkan dan dimodifikasi dari pemikiran yang disampaikan oleh Gilmore (1974), Erich Fromm (1975) , yaitu Sebagai berikut:
  1. Tindakan konstruktif 
  2. Percaya pada diri sendiri 
  3. Bertanggung jawab
  4. Memiliki rasa cinta terhadap pekerjaan
  5. Mempunyai pandangan ke depan
  6. Mampu mengatasi persoalan dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah-ubah 
  7. Mempunyai kontribusi positif terhadap lingkungannya (kreatif, imaginative,dan inovatif) 
  8. Memiliki kekuatan untuk mewujudkan potensinya.
      Dari kedua pendapat tentang karakteristik individu yang produktif yang dapat digunakan sebagai indikator perilaku produktif, pendapat pertama tampak lebih mencakup kedua pendapat lainnya.. Atas dasar pertimbangan tersebut selanjutnya pendapat Robert M. ranftl tentang ciri-ciri tenaga kerja produktif dapat dijadikan indikator perilaku produktif tenaga kerja (pegawai) dalam penelitian ini. Dan untuk menciptakan perlilaku produktif karyawan harus ditinjau dari komunikasi yang tercapai di perusahaan itu sendiri. Tujuan komunikasi antar karyawan menurut Komaruddin Sastradipoera (2001: 87-89) adalah : 
  1. Mengkoordinasikan tugas-tugas (task coordination).melalui komunikasi interaktif manajemen dapat mencegah duplikasi/tumpang-tindih dan ketidak-jelasan urutan dan jaringan tugas-tugas.
  2. Untuk memecahkan masalah (problem solving). Tidak sedikit masalah yang dapat dipecahkan dengan cara bersama. Komunikasi membuka peluang untuk berpartisi yang sekaligus juga membbuka peluang untuk mengetahui tugas personalia lain.
  3. Untuk saling memberikan informasi agar dapat berbagi informasi (information sharing) berbagi informasi diantara para karyawan yang dihadapi karyawan lain dan menambah pengetahuan, tetapi esprit de corps pun akan terbentuk secara tidak langsung.
  4. Untuk meyelesaikan konflik-konflik (conflicts resolution) salah satu penyebab konflik yang sering muncul adalah konflik yang berasal dari pertentangan antara wewenang dan tanggung jawab. Melalui komunikasi diantara personalia, konflik wewenang dan tanggung jawab dapat diselesaikan konflik-konflik lainnya, termasuk konflik hierarki, konflik fungsional, konflik lini-staf, konflik formal-informal.
      Tujuan komunikasi antara atasan dan bawahan adalah : 
  1. Untuk memberikan pedoman tugas spesifik mengenai perintah-perintah jabatan kepada segenap bawahan dalam “petala” (hierarki) manajemen.
  2. Untuk memberikan dan menyebabkan (diseminasi) informasi mengenai prosedur dan peraturan organisasi kepada seluruh bawahan.
  3. Untuk melengkapi informasi mengenai dasar pemikiran (rationale) yang melandasi tugas/jabatan. 
  4. Untuk menjelaskan tugas-tugas para bawahan yang perlu mereka laksanakan dalam kurun waktu tertentu.
  5. Untuk memberikan informasi tentang falsafah manajemen yang menjadi acuan agar segenap bawahan memperoleh keyakinan dan kepastian dalam mencapai tujuan.
      Sobat pembaca, sebagaimana uraian di atas dapat dikatakan bahwa memiliki kemampuan berkomunikasi sangatlah penting artinya dalam membina hubungan baik antara karyawan maupun antara atasan dengan karyawan sehingga mampu mengatasi persoalan dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan yang berubah-ubah demi untuk mencapai tujuan perusahaan.

2 comments:

  1. Thnks :) Artikelnya cukup menarik

    jangan lupa kunjungan balik ya Peluang Usaha, Manajemen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak Sob,,
      Pasti saya kunjungi..

      Delete