Friday, December 20, 2013

Pengumuman CPNS 2013

       Jumpa lagi Sob, maaf ya karena baru nongol lagi postnya.. Itu disebabkan karena kesibukan yang tidak bisa admin hindari belakangan ini..
Pengumuman CPNS 2013
Pengumuman CPNS 2013
     Oh iya, kali ini Kreasi Kita sedikit berbicara tentang Penerimaan CPNS di kota ku.. Hingga kini, pengumuman siapa-siapa saja yang lewat digaris finish penilaian masih belum juga nongol di papan pengumuman.. Hm, untuk lebih jelasnya, silahkan minta bantu 'ma Mbah Google.. Pasti jawabnya bervariasi, tergantung siapa yang posting.. Hehehe...
       Dengar kabar sih, setelah ujian banyak hal atau tahapan yang dilalui oleh selembar kertas jawaban yang mewakili satu orang pelamar tersebut. Masuk akal memank, karena kertas tersebut diseleksi kebenarannya.. Ada juga yang mengungkapkan kekesalannya dengan bercerita tentang orang-orang yang berjuang demi mencapai garis finish CPNS lebih dulu dibanding yang lainnya. Terpaksa pelamar yang hanya mengikuti prosedur pelamaran dan bermodalkan doa serta skill akan terbentur psikologinya.. Hm, untungnya sedikit melegakan dengan adanya informasi bahwa ada lembaga yang menaruh hati untuk mengawasi proses ujian hingga pengumuman CPNS..
Salut..
       Nah, Sobat blogger.. Kreasi Kita hanya mengungkapkan keprihatinan serius terhadap kondisi tersebut di atas.. Ketika kriteria penilaian yang paling menentukan adalah berapa centimeter tebalnya "alat perjuangannya", maka bagaimana negara ini selanjutnya.. Tentunya Sumber Daya Manusia yang seharusnya layak akhirnya terabaikan oleh mereka yang punya potensi financial.. Dan mereka yang lewat dengan perjuangannya sebagian besar akan menjadi pemangsa-pemangsa baru massa rakyat.. Hehehe, sungguh mengharukan..
Sobat,.. Sebagai warga negara yang baik, mari kita dukung program lembaga yang mengawasi proses di atas.. Dengan demikian, secara tidak langsung kita sudah memberikan kontribusi serius terhadap Negara yang kita cintai ini..

Demikian saja Sob postingan kali ini, semoga bermanfaat ya..
Salam..

Tuesday, May 28, 2013

Struktur Organisasi Koperasi

      Sobat pembaca, lagi-lagi karena kesibukan maka barulah Kreasi Kita kembali membagikan post buat Sobat semua.. Selamat membaca ya..
Struktur Organisasi Koperasi
Struktur Organisasi Koperasi
      Secara umum, Organisasi koperasi yang telah terbentuk memerlukan pelaksanaan manajemen koperasi diantaranya mengenai bagan struktur organisasi yang relevan, perangkat dan fungsi organisasi koperasi. Bagan struktur organisasi koperasi menggambarkan susunan, isi, dan luas cakupan organisasi koperasi, serta menjelaskan posisi dari pada fungsi beserta tugas maupun kewajiban setiap fungsi, hubungan kerja dan tanggung jawab yang jelas.
      Landasan pembuatan struktur organisasi adalah :
  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
  2. Anggaran Dana dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi.
  3. Keputusan Rapat.
      Struktur Organisasi Koperasi dapat dilihat dari dua segi, yaitu :
  1. Segi intern organisasi koperasi yaitu organisasi yang ada di dalam setiap tubuh koperasi, baik di dalam koperasi primer, koperasi pusat, koperasi gabungan maupun koperasi induk.
  2. Segi ekstern organisasi koperasi yaitu organisaasi yang berhubungan dengan tingkat-tingkat koperasi itu, yaitu hubungan antara koperasi primer, koperasi pusat, koperasi gabungan dan koperasi induk. Dalam ektern organisasi ini juga termasuk hubungan tingkat-tingakat koperasi itu dengan Dewan Koperasi Indonesia yaitu dewan yang mempersatukan berbagai jenis koperasi dari berbagai tingkat itu kedalam satu organisasi tunggal yang meliputi seluruh Indonesia. Mengingat pentingnya kedudukan, peranan dan fungsinya
      Demikian saja Sob, semoga bermanfaat ya...

Thursday, May 2, 2013

Pengertian dan Tujuan Anggaran Produksi (Production Budget)

Pengertian dan Tujuan Anggaran Produksi (Production Budget)
Anggaran Produksi (Production Budget)
      Sobat pembaca, sebagai ulasan dari jenis-jenis anggaran yang telah Kreasi Kita postkan sebelumnya, maka berikut ini adalah ulasan tentang anggaran produksi. Selamat membaca ya Sobat.. 
      Menurut Hansen dan Mowen (2000:280), Anggaran Produksi (Production Budget) adalah "The production budget describes how many units must be produced in order to meet sales needs and satisjy ending inventory requirements”. Anggaran Produksi merupakan anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang jumlah unit/nilai barang yang akan diproduksi oleh perusahaan selama periode yang akan datang.
      Dalam anggaran produksi terdapat tiga kebijakan yaitu : 
  1. Kebijakan yang mengutamakan pengendalian tingkat persediaan barang. Dalam kegiatan ini jumlah unit yang diproduksi dibiarkan berfluktuasi cara yang dilakukan dalam kebijakan ini untuk dengan membagi selisih antara persediaan awal dengan persediaan akhir. 
  2. Kebijakan yang mengutamakan stabilitas tingkat produksi. Jumlah persediaan dalam kebijakan ini dibiarkan mengembang caranya ditentukan terlebih dahulu jumlah yang dibutuhkan selama satu tahun lalu diperkirakan jumlah perbulan yang sama dengan setengah.
  3. Kebijakan yang merupakan kombinasi. Tingkat produksi maupun tingkat persediaan dalam kebijakan ini dibiarkan berfluktasi meskipun telah ditetapkan dengan cara kombinasi
      Selanjutnya, tujuan dari anggaran produksi adalah sebagai berikut : 
  1. Untuk mencapai tingkat keuntungan tertentu, misalnya berapa hasil yang diproduksi supaya dapat dicapai tingkat keuntungan dengan persentase tertentu dari keuntungan setahun terhadap penjualan yang diinginkan.
  2. Untuk menguasai pasar tertentu, sehingga hasil perusahaan ini tetap mempunyai market share tertentu. 
  3. Untuk mengusahakan supaya perusahaan pabrik ini bekerja pada tingkat efisien tertentu.
  4. Untuk mengusahakan dan mempertahankan supaya pekerjaan dan kesempatan kerja yang sudah ada dapat sernakin berkembang.
      Adapun beberapa faktor yang harus dipertimbangkan di dalam menyusun anggaran produksi, antara lain: 
  1. Rencana penjualan yang tertuang dalam anggaran penjualan, khususnya rencana tentang jenis (kualitas) dan jumlah (kuantitas) barang yang akan dijual dari waktu-kewak
    tu selama periode yang akan datang. 
  2. Kapasitas mesin dan peralatan produksi yang tersedia,serta kemungkinan perluasannya diwaktu yang akan datang. 
  3. Tenaga kerja yang tersedia.
  4. Modal kerja yang dimiliki perusahaan.
  5. Fasilitas-fasilitas lain yang dimiliki perusahaan,khususnya yang berkaitan dengan kegiatan produksi,serta kemungkinan perluasannya diwaktu yang akan datang.
  6. Luas perusahaan yang optimal.
  7. Kebijakan perusahaan di bidang persediaan barang jadi (inventory policy).
  8. Kebijakan perusahaan dalam menetapkan pola produksi selama periode yang akan datang.

Jenis-jenis Anggaran

      Sobat budiman, Kreasi Kita masih berada dalam lingkaran Anggaran.. Namun kali ini lebih berbicara tentang jenis dan pengertiannya. Mumpung penyakit sibuknya masih belum kronis, langsung saja ya.. Selamat membaca.. 
Jenis Anggaran
Jenis Anggaran dan Pengertiannya
  1. Anggaran Penjualan, memuat tentang rencana penjualan selama periode anggaran (umumnya satu tahun), yang dinyatakan dalam satuan uang dan kuantitas penjualan. Anggaran penjualan merupakan dasar penyusunan anggaran lainnya. Oleh karena itu setelah anggaran penjualan disusuin, dilanjutkan dengan menyusun anggaran operasional lainnya. Setelah angggaran operasional dibuat, selanjutnya disusun anggaran keuangan, semuanya itu dibuat dengan berpedoman pada kepada anggaran penjualan.
  2. Anggaran Produksi adalah perencanaan dan pengorganisasian sebelumnya mengenai orang-orang, bahan-bahan, mesin-mesin, dan peralatan lain serta modal yang diperlukan untuk memproduksi barang pada suatu periode tertentu dimasa depan sesuai dengan apa yang dibutuhkan atau diramalkan.
  3. Anggaran Biaya Bahan Baku, memuat taksiran bahan baku yang diperlukan dalam proses produksi, yang dinyatakan dalam satuan uang maupun kuantitas bahan baku. Dari anggaran ini akan diketahui pembelian bahan baku yang dianggarkan, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar penyusunan Anggaran Kas dan Anggaran Rugi-Laba.
  4. Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung, memuat taksiran biaya tenaga kerja langsung selama periode anggaran, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan Anggaran Kas dan Anggaran Rugi-Laba. Pada umumnya untuk menyusun perhitungan biaya tenaga kerja langsung ini dikenal dua macam dasar perhitungan, yaitu upah per unit produk, dan upah per jam. Anggaran biaya tenaga kerja adalah tenaga kerja yang secara langsung berperan dalam proses produksi.
  5. Anggaran Biaya Overhead Pabrik, adalah suatu perencanaan yang terperinci mengenai biaya-biaya tidak langsung yang dikeluarkan sehubungan dengan proses produksi selama periode yang akan datang, meliputi jenis biaya, waktu serta tempat (departemen) di mana biaya tersebut terjadi.Anggaran ini memuat taksiran biaya overhead pabrik selama periode anggaran yagn digunakan dalam penyusunan Anggaran Kas dan Anggaran Rugi-Laba.
  6. Anggaran Persediaan adalah anggaran yang merencanakan secara lebih rinci tentang jumlah persediaan barang selama periode tertentu yang akan datang, yang di dalamnya mencakup rencana tentang kualitas barang, kuantitas barang, serta harga barang yang tersedia dari waktu ke waktu. Anggaran ini memuat persediaan perusahan dalam satu periode tertentu.
  7. Anggaran Biaya Nonproduksi, merupakan sruktur terinci yang tidak termasuk dalam biaya-biaya produksi. Selain itu biaya non produksi ini hanya sebagai penunjang kegiatan produksi sehingga tidak akan mempengaruhi penjualan yang sudah dianggarkan dan kebutuhan persediaan. Anggaran ini terdiri atas Anggaran Biaya Pemasaran dan Anggaran Biaya Administrasi dan Umum yang masing-masing memuat taksiran biaya pemasaran dan biaya administrasi dan umum.
  8. Anggaran Program, yaitu anggaran operasi yang disusun berdasarkan program-program utama perusahaan yang berupa jenis atau keluarga produk (misal program penelitian dan pengembangan). Anggaran Program umumnya digunakan untuk menganalisis keselarasan diantara program-program perusahaan.
  9. Anggaran Pertanggungjawaban yaitu anggaran operasi yang disusun berdasarkan pusat-pusat pertanggungjawaban yang ada di dalam perusahaan. Program pertanggungjawaban digunakan sebagai alat pengendalian setiap manajer dan pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. 
  10. Anggaran Pengeluaran Modal, merupakan anggaran yang mengumpulkan laba sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan semua aktiva atau modal yang dimiliki. Anggaran ini memuat tentang rencana perubahan aktiva tetap perusahaan selama periode anggaran. Anggaran ini disusun berdasarkan Proyeksi Penjualan, dan digunakan sebagai dasar penyusunan Anggaran Kas, Anggaran Biaya Overhead Pabrik, Dan Anggaran Biaya Nonproduksi.
  11. Anggaran Kas merupakan anggaran yang sederhana menunjukkan saldo awal kas, ditambah kas masuk yang diantisipasi lebih, dikurangi pengeluaran kas yang diantisipasi, saldo kas lebih atau kurang maupun yang akan mungkin perlu dipinjam. Anggaran ini berisi mengenai taksiran sumber dan penggunaan kas selama periode anggaran dan disusun dari Anggaran Operasi dan Anggaran Pengeluaran Modal, dan digunakan sebagai dasar penyusunan Anggaran Neraca.
  12. Anggaran Rugi-Laba adalah anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang penghasilan dan biaya-biaya perusahaan selama satu periode. Anggaran ini memuat mengenai taksiran rugi atau laba perusahaan selam periode anggaran. Anggaran ini disusun dari Anggaran Operasi, dan digunakan sebagai dasar penyusunan Anggaran Neraca.
  13. Anggaran Neraca merupakan sebuah laporan yang memperlihatkan keadaan keuangan sebuah perusahaan pada suatu saat. Anggaran ini berisi mengenai rencana posisi keuangan (aktiva, utang, dan modal) perusahaan pada awal dan akhir periode anggaran. Anggaran ini disusun dari Anggaran Kas dan Anggaran Rugi-Laba, dan digunakan untuk dasar penyusunan Anggaran Perubahan Posisi Keuangan.
  14. Anggaran Perubahan Posisi Keuangan adalah anggaran yang merencanakan keadaan arus dan perubahan-perubahan dalam posisi keuangan selama tahun buku yang bersangkutan. Anggaran ini memuat mengenai rencana perubahan aktiva, utang, modal perusahaan selama periode anggaran. Anggaran ini disusun dari Anggaran Neraca.
      Demikian saja Sob, masukan komentarnya sangat membantu demi kesempurnaan artikel ini.. Sebelumnya terimakasih banyak..

Sunday, April 21, 2013

Pengertian Anggaran

Pengertian Anggaran
Pengertian Anggaran
      Hi Sobat, setelah sekian lama akhirnya saya bisa kembali menulis.. Maklumlah baru sembuh dari penyakit.. Penyakit “Sibuk” maksudnya.. Hehehehe... Kali ini kita masih berbicara tentang anggaran.. Nah, selamat membaca ya.. 
      Anggaran merupakan rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program y
ang telah disahkan dan merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan moneter untuk jangka waktu tertentu.
  1. Glenn A Welsch mendefenisikan "Profit planning and control may be broadly as de fined as sistematic and formalized approach for accomplishing the planning, coordinating and control responsibility of management"
  2. Sedangkan Munandar, menjabarkan bahwa Anggaran adalah suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan. Yang dinyatakan dalam unit (kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.
  3. Anggaran menurut Mulyadi adalah suatu rencana kerja yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain yang mencakup jangka waktu satu tahun.
  4. Gunawan Adisaputro dan Marwan Asri mengemukakan bahwa Anggaran adalah Suatu pendekatan yang formal dan sistematis daripada pelaksanaan tanggung jawab manajemen di dalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan”.
  5. Hal senada juga dikemukakan oleh Supriyono, penganggaran merupakan perencanaan keuangan perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian (pengawasan) keuangan perusahaan untuk periode yang akan datang. Anggaran merupakan suatu rencana jangka pendek yang disusun berdasarkan rencana kegiatan jangka panjang yang telah ditetapkan dalam proses penyusunan program. Dimana anggaran disusun oleh manajemen untuk jangka waktu satu tahun, yang nantinya akan membawa perusahaan kepada kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya yang ditentukan.
  6. Gomes mengungkapkan anggaran sebagai suatu dokumen yang berusaha untuk mendamaikan prioritas-prioritas program dengan sumber-sumber pendapatan yang diproyeksikan. Anggaran menggabungkan suatu pengumuman dari aktivitas organisasi atau tujuan untuk suatu jangka waktu yang ditentukan dengan informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut atau untuk mencapai tujuan tersebut.
      Dari pengertian di atas, anggaran dikaitkan dengan fungsi-fungsi dasar manajemen yang meliputi fungsi perencanaan, koordinasi dan pengawasan. Jadi bila anggaran dihubungkan fungsi dasar manajemen maka anggaran meliputi fungsi perencanaan, mengarahkan, mengorganisasi dan mengawasi setiap satuan dan bidang-bidang organisasional didalam badan usaha.
      Dari beberapa defenisi di atas, dapat diambil beberapa kesimpulan yakni sebagai berikut:
  • Bahwa anggaran harus bersifat formal artinya anggaran disusun dengan sengaja dan bersungguh-sungguh dalam bentuk tertulis dan teliti. 
  • Bahwa anggaran harus bersifat sistematis artinya anggaran disusun dengan berurutan dan berdasarkan logika. 
  • Bahwa setiap manager dihadapkan pada suatu tanggungjawab untuk mengambil keputusan sehingga anggaran merupakan hasil pengambilan keputusan yang berdasarkan asumsi tertentu. 
  • Untuk keputusan yang diambil oleh manager tersebut, merupakan pelaksanaan fungsi manajemen dari segi perencanaan, pengorganisasian, mengarahkan dan pengawasan.
      Demikian saja Sob, semoga bermanfaat ya..

Tuesday, April 2, 2013

Konsep Anggaran Penjualan

      Sobat pembaca, komponen-komponen pokok konsep anggaran penjualan adalah sebagai berikut :
Konsep Anggaran Penjualan
Konsep Anggaran Penjualan
  1. Dasar-dasar penyusunan anggaran: 
    1. Menyusun tujuan perusahaan
    2. Menyusun strategi perusahaan
    3. Menyusun forcast perusahaan 
  2. Menyusun anggaran penjualan:
    1. Anggaran promosi dan advertensi
    2. Anggaran biaya-biaya penjualan
    3. Rencana pemasaran
      Anggaran penjualan disusun dengan menggunakan berbagai pendekatan (approach). Masing-masing cara pendekatan mempunyai konsekuensi yang berbeda-beda, sehingga perlu dipertimbangkan cara pendekatan mana yang paling menguntungkan. Dalam melakukannya perlu dipertimbangkan beberapa faktor, seperti:
  1. Karakteristik pasar yang dihadapi perusahaan seperti :
    1. Luas pasar
      1. Bersifat local 
      2. Bersifat regional
      3. Bersifat nasional
    2. Keadaan persaingan
      1. Bersifat monopoli
      2. Bersifat persaingan bebas
      3. Bersifat persaingan monopolistis
    3. Kemampuan pasar untuk menyerap barang
    4. Keadaan/ sifat konsumen, apakah konsumennya merupakan 
      1. Konsumen akhir
      2. Konsumen industri
  2. Kemampuan financial
    1. Kemampuan membiayai penelitian pasar yang dilakukan
    2. Kemampuan membiayai usaha-usaha untuk mencapai target penjualan (modal kerja)
    3. Kemampuan membeli bahan mentah untuk dapat memenuhi target penjualan
  3. Keadaan personalia 
    1. apakah jumlah tenaga kerja yang tersedia cukup, kurang atau berlebihan 
    2. apakah tenaga yang tersedia mampu untuk melakukan tugas-tugasnya agar target yang ditentukan tercapai
  4. Dimensi waktu Forecast penjualan, dapat dikatakan sebagai suatu teknik untuk memproyeksikan tingkat permintaan konsumen potensial pada suatu tahun tertentu dengan berbagai asumsi yang berbeda pula. Forecast penjualan merupakan suatu alat yang penting, yang dapat mempengaruhi manajer dalam membuat perencanaan penjualan. Perencanaan penjualan adalah juga meliputi perencanaan advertensi dan promosi, perencanaan biaya-biaya penjualan dan rencana pemasaran. Rencana pemasaran inilah yang kemudian sering dianggap sama dengan rencana penjualan, yakni mengkuatifisir penjualan salam rupiah dan unit untuk periode waktu yang tertentu
     Demikian saja Sob, saya harus berangkat kerja.. Hehehehe... Semoga bermanfaat ya...

Anggaran Penjualan

      Sobat pembaca, secara umum kemampuan yang dimiliki oleh suatu perusahaan untuk menjual hasil produksinya adalah terbatas. Dengan demikian, tidak ada perlunya membeli material, menghasilkan barang/ jasa, mencari modal dan membeli mesin-mesin yang lebih besar dari kemampuan menjual. Sehingga dapat kita katakan bahwa anggaran penjualan merupakan dasar dilakukanya aktivitas-aktivitas yang lain, dan pada umumnya anggaran penjualan disusun terlebih dahulu dari anggaran-anggaran lainya. Tujuan utama perusahaan adalah memperoleh keuntungan.
Anggaran Penjualan
Anggaran Penjualan
      Keuntungan akan diperoleh apabila perusahaan menjual barang/ jasa dengan harga yang lebih tinggi dari harga pokoknya. Masalah-masalah utama yang dihadapi pada saat akan menjual barang/ jasa pada umumnya sebagai berikut:
  1. Barang/ jasa yang akan dijual.
  2. Biaya-biaya yang perlu dikeluarkan agar barang/ jasa yang akan perlu dijual
  3. Berapa harga barang/ jasa tersebut agar mendatangkan keuntungan bagi perusahaan tetapi terjangkau oleh pembeli.
      Masalah masalah tersebut di atas timbul karena perubahan faktor-faktor lingkungan yang mempunyai pengaruh yang besar terhadap perusahaan. Seorang manager penjualan yang sensitif tidak akan membiarkan suatu masalah berlarut-larut, ia akan berusaha mencari sebab-sebabnya, menganalisa kemudian menyusun rencana baru untuk periode berikutnya. Mungkin pada periode yang akan datang diubah tingkat harganya saja,tetapi mungkin pula diubah cara-cara penjualan yang dilakukan selama ini. Pada masa dahulu menjual dilakukan tanpa mempertimbangkan fakta-fakta yang ada. Pertimbangan-pertimbangan tentang dimana, apa, kapan, bagaimana dan kepada siapa seolah-olah diabaikan begitu saja. Seorang manajer penjualan yang modern selalu mengusahakan keseimbangan antara antusiasme dengan logika.

Monday, April 1, 2013

Jenis-jenis Investasi

      Sobat pembaca, masih berhubungan dengang investasi, menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran antara lain:
  1. Tabungan di bank. Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang kita inginkan.
    Jenis-jenis Investasi
    Jenis-jenis Investasi
  2. Deposito di bank. Produk deposito hampir sama dengan produk tabungan. Bedanya, dalam deposito tidak dapat mengambil uang kapanpun yang diinginkan, kecuali apabila uang tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada suku bunga tabungan. Selama deposito kita belum jatuh tempo, uang tersebut tidak akan terpengaruh pada naik turunnya suku bunga di bank.
  3. Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham, berarti membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan mendapatkan sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut capital gain maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari saham ada dua yaitu deviden dan capital gain.
  4. Properti Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah. Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
    1. Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang sewa.
    2. Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi. 
  5. Barang-barang koleksi. Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain. Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain. 
  6. Emas adalah barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki perekonomian yang kuat, yaitu Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada, dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri. 
  7. Mata uang asing. Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing lebih beresiko dibandingkan dengan investasi dalam saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif
  8. Obligasi atau sertifikat obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan atau membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi dapat juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.
Nah Sobat, selain itu terdapat pengelompokkan jenis-jenis investasi, yaitu: 
  1. Deposito berjangka. Simpanan dalam mata uang Rupiah, dengan tingkat suku bunga relatif lebih tinggi dibandingkan jenis simpanan lainnya. Tersedia dalam jangka waktu 1,3, 6, 12, dan 24 bulan.
  2. Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan bagian dari upaya BI untuk meredam dan menstabilkan likuiditas yang ada di pasar.
  3. Saham. Surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberikan berbagai hak menurut ketentuan anggaran dasar (shares, stock ).
  4. Obligasi. Surat utang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu, yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat, guna pembiayaan perusahaan atau oleh pemerintah untuk keperluan anggaran belanjanya (debenture bond).
  5. Sekuritas pasar uang merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang diperjualbelikan di pasar uang. 
  6. Sertifikat hutang obligasi merupakan bukti kepemilikan piutang kepada pihak lain. Sertifikat ini dapat diperjualbelikan pada tingkat diskonto tertentu. Sertifikat hutang obligasi ini merupakan bentuk investasi jangka panjang.
  7. Tanah/ bangunan. Investasi ini tergolong investasi dalam bentuk property, investasi ini biasanya untuk jangka waktu panjang karena mengharapkan adanya kenaikan dari nilai tanah/bangunan yang telah dibelinya.
  8. Reksa dana. Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh sebuah perusahaan manajemen investasi (Mutual Fund).

Faktor-faktor Penentu Investasi

      Bagi seorang investor yang hendak melakukan suatu investasi, harus melakukan suatu analisis terlebih dahulu dalam menentukan keputusan investasinya. Untuk melakukan suatu analisis investasi, setidaknya ada tiga faktor yang harus dianalisis, yaitu:
  1. Analisis kondisi makroekonomi 
  2. Analisis pada jenis industri
  3. Analisis fundamental suatu perusahaan
Faktor-faktor Penentu Investasi
Faktor-faktor Penentu Investasi
      Tahap pertama yang dilakukan oleh seorang investor dalam berinvestasi adalah melakukan analisis terhadap variabel-variabel makro, tahap analisis ini dilakukan untuk menganalisis kondisi perekonomian suatu negara secara makro dalam proses suatu investasi. Variabel-variabel ekonomi makro yang dianalisis diantaranya adalah tingkat inflasi, transaksi berjalan, kurs/ exchange rate (nilai tukar suatu mata uang negara terhadap mata uang negara lain), suku bunga SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan lain-lain.
      Pada tahap kedua, dilakukan analisis pada berbagai jenis industri. Pada tahapan ini, kita memilih jenis industri yang paling memberikan prospek keuntungan jika dilakukan investasi. Sektor mana yang akan dijadikan suatu investasi dapat dilihat dari pergerakan dalam indeks sektoral industri pada suatu pasar modal. Sektor yang mempunyai indeks yang bagus untuk investasi jangka panjang tentunya akan dipilih.
      Pada tahap analisis ketiga, dilakukan analisis fundamental pada perusahaan, dengan menggunakan rasio-rasio keuangan suatu perusahaan. Dalam rasio-rasio keuangan, terbagi lagi menjadi lima rasio, yaitu :
  1. Rasio Likuiditas, menyatakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek yang jatuh tempo.
  2. Rasio Aktifitas, menunjukkan kemampuan serta efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aktiva yang dimiliki atau perputaran (turnover) aktiva-aktiva suatu perusahaan.
  3. Rasio Hutang, berfungsi untuk menunjukkan kemampun perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
  4. Rasio Profitabilitas, menunjukkan tingkat keberhasilan perusahaan didalam menghasilkan keuntungan.
  5. Rasio Pasar, menggambarkan bagaimana pasar menghargai saham suatu perusahaan.
       Demikian Sob, semoga bermanfaat ya. Marilah kita berinvestasi demi masa depan yang gemilang..

Pengertian Investasi

      Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Beberapa ahli mengemukakan pendapatnya tentang investasi, yakni sebagai berikut: 
Pengertian Investasi
Pengertian Investasi
  1. Sharpe et all (1993), merumuskan investasi dengan pengertian berikut: mengorbankan aset yang dimiliki sekarang guna mendapatkan aset pada masa mendatang yang tentu saja dengan jumlah yang lebih besar.
  2. Jones (2004) mendefinisikan investasi sebagai komitmen menanamkan sejumlah dana pada satu atau lebih aset selama beberapa periode pada masa mendatang.
  3. Menurut Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.” Dewasa ini banyak negara-negara yang melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.
  4. Menurut Husnan (1996:5) menyatakan bahwa “proyek investasi merupakan suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.” Pada umumnya manfaat ini dalam bentuk nilai uang. Sedang modal, bisa saja berbentuk bukan uang, misalnya tanah, mesin, bangunan dan lain-lain. Namun baik sisi pengeluaran investasi ataupun manfaat yang diperoleh, semua harus dikonversikan dalam nilai uang. Suatu rencana investasi perlu dianalisis secara seksama. Analisis rencana investasi pada dasarmya merupakan penelitian tentang dapat tidaknya suatu proyek (baik besar atau kecil) dapat dilaksanakan dengan berhasil, atau suatu metode penjajakkan dari suatu gagasan usaha/ bisnis tentang kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha/bisnis tersebut dilaksanakan. Suatu proyek investasi umumnya memerlukan dana yang besar dan akan mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu dilakukan perencanaan investasi yang lebih teliti agar tidak terlanjur menanamkan investasi pada proyek yang tidak menguntungkan.
  5. Definisi yang lebih lengkap diberikan oleh Reilly dan Brown, yang mengatakan bahwa investasi adalah komitmen mengikatkan aset saat ini untuk beberapa periode waktu ke masa depan guna mendapatkan penghasilan yang mampu mengkompensasi pengorbanan investor berupa:
    1. Keterikatan aset pada waktu tertentu,
    2. Tingkat inflasi,
    3. Ketidaktentuan penghasilan pada masa mendatang.
      Dari definisi yang disampaikan pakar investasi tersebut diatas, kita bisa menarik pengertian investasi, bahwa untuk bisa melakukan suatu investasi harus ada unsur ketersediaan dana (aset) pada saat sekarang, kemudian komitmen mengikatkan dana tersebut pada obyek investasi (bisa tunggal atau portofolio) untuk beberapa periode (untuk jangka panjang lebih dari satu tahun) di masa mendatang. Selanjutnya, setelah periode yang diinginkan tersebut tercapai (jatuh tempo) barulah investor bisa mendapatkan kembali asetnya, tentu saja dalam jumlah yang lebih besar, guna mengkompensasi pengorbanan investor seperti yang diungkapkan Reilly dan Brown. Namun, tidak ada jaminan pada akhir periode yang ditentukan investor pasti mendapati asetnya lebih besar dari saat memulai investasi. lni terjadi karena selama periode waktu menunggu itu terdapat kejadian yang menyimpang dari yang diharapkan. lnilah, yang disebut risiko.
      Dengan demikian, selain harus memiliki komitmen mengikatkan dananya, investor juga harus bersedia menanggung. Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan berarti juga produksi) dari kapital/modal barang-barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contoh termasuk membangun rel kereta api, atau suatu pabrik, pembukaan lahan, atau seseorang sekolah di universitas. Untuk lebih jelasnya, investasi juga adalah suatu komponen dari PDB dengan rumus PDB = C + I + G + (X-M). Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik, mesin, dll) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.
      Demikian saja Sob, semoga bermanfaat ya..

Friday, March 29, 2013

Strategi Perencanaan Karir

Strategi Perencanaan Karir
Strategi Perencanaan Karir
      Sobat budiman, para eksekutif yang berhasil tidak mengandalkan orang lain untuk mengelola karir mereka. Mereka lebih mengutamakan kerja keras dan kemampuan dalam meraih kesempatan. Senada dengan ini, kemandegan karir seseorang sering disebabkan oleh kepasifan orang tersebut dalam mengelola karirnya. Jika Anda merasa dikecewakan perusahaan karena telah bertahun-tahun bekerja, sementara promosi atau peningkatan karir tidak kunjung datang, Anda perlu lebih aktif memanajemen karir melalui tiga tindakan berikut ini. 
  1. Menganalisis dan meningkatkan kompetensi Anda. Kompetensi di sini berarti mempunyai kemampuan dan sikap yang matang, bukan hanya mempunyai masa kerja yang paling lama. Misalnya, Anda seorang supervisor yang telah menduduki posisi tersebut bertahun-tahun dan tidak juga naik jabatan atau pangkat. Anda perlu introspeksi diri: apakah Anda telah berfungsi sebagai supervisor yang baik? Apakah Anda mempunyai kemampuan teknis dalam bidang anda, mampu memimpin bawahan serta mengambil keputusan secara tepat? Apakah sikap anda menunjukkan sikap seorang pemimpin yaitu penuh inisiatif, dapat menjadi teladan dan dapat bekerjasama dengan baik?
  2. Mengembangkan diri ke arah pemilikan persyaratan jabatan yang diinginkan. Seorang karyawan yang mampu melaksanakan tugas-tugasnya saat ini belum dapat dipastikan bahwa ia akan berhasil menangani pekerjaannya mendatang. Oleh karena itu, agar muncul sebagai karyawan yang berpotensi dipromosikan ia harus mengembangkan diri untuk dapat memiliki persyaratan tersebut. Seseorang dapat meningkatkan diri melalui pelatihan, bahan bacaan maupun dengan mempelajari pengalaman orang-orang sekitarnya yang telah berhasil. Jika memungkinkan ia dapat secara langsung belajar dari atasannya (mentoring) teknik-teknik yang ingin ia kembangkan. Jadi, bila Anda ingin meraih posisi tertentu, Anda harus menjadi orang yang paling siap menduduki posisi tersebut karena dengan demikian atasan Anda akan melihat bahwa Andalah orang yang paling tepat untuk dipromosikan.
  3. Menciptakan nilai tambah (plus) untuk memperlancar jalan ke posisi yang diinginkan. DR. Schwartz (The Magic of Thinking Big) menyatakan bahwa salah satu rahasia keberhasilan adalah kebiasaan bertindak sebagai pengambil inisiatif atau sukarelawan. Misalnya: seorang wiraniaga sebuah perusahaan farmasi menemukan kelemahan perusahaannya yaitu tidak mempunyai data-data tentang konsumen pengguna obat. Ia kemudian membicarakan perlunya penelitian tentang pasar kepada semua orang. Mula-mula ia tidak didengar, tetapi ia benar-benar terobsesi oleh gagasannya sehingga memberanikan diri menemui pimpinan perusahaan. Ia minta ijin untuk menyiapkan laporan bulanan tentang fakta-fakta pemasaran obat dari berbagai sumber. Wiraniaga ini terus melakukan hal tersebut sampai akhirnya manajemen dan wiraniaga lain merasa benar-benar tertarik. Setahun kemudian ia memulai penelitian pasar dan dibebaskan dari tugas-tugas rutin. Lima tahun berikutnya sang wiraniaga menjadi direktur penelitian pasar di perusahaan menengah tersebut.
       Sobat budiman, demikian saja ya.. Semoga bermanfaat.

Perencanaan Karir

      Sobat pembaca, sebelum memasuki ruang perencanaan karir, ada beberapa komponen utama karir yang harus diperhatikan yakni terdiri atas : 
Perencanaan Karir
Perencanaan Karir
  1. Alur karir adalah pola pekerjaan yang berurutan yang membentuk karir seseorang.
  2. Tujuan karir merupakan pernyataan tentang posisi masa depan di mana seseorang berupaya mencapainya sebagai bagian dari karir hidupnya. Tujuan ini menunjukkan kedudukan seseorang sepanjang karir pekerjaannya.
  3. Perencanaan karir merupakan proses di mana sesorang menyeleksi tujuan karir dan arus karir untuk mencapai tujuan tersebut, sedangkan
  4. Pengembangan karir seseorang meliputi perbaikan-perbaikan personal yang dilakukan untuk mencapai rencana dan tujuan karirnya.
      Strategi perencanaan karir memungkinkan organisasi mengembangkan dan menempatkan pegawai dalam jabatan-jabatan yang sesuai dengan minat, kebutuhan, dan tujuan karirnya. Ada berbagai faktor yang menyebabkan organisasi mengadakan perencanaan karirnya yakni sebagai berikut:
  1. Keinginan untuk mengembangkan dan mempromosikan pegawai dari dalam.
  2. Kekurangan orang yang cakap yang dapat dipromosikan.
  3. Keinginan untuk membantu perencanaan karir perseorangan.
  4. Pernyataan minat pegawai yang besar.
  5. Keinginan untuk meningkatkan produktivitas.
  6. Tanggung jawab program tindakan yang menguatkan.
  7. Perhatian terhadap pemindahan tenaga kerja.
  8. Minat pribadi dari manager-manager unit.
  9. Keinginan akan gambaran tentang pengadaan tenaga kerja yang positif. 
      Sobat pembaca, perusahaan dapat memfasilitasi agar karir Anda berjalan dengan baik, tetapi Andalah yang menentukan kelancaran karir Anda. Mudah-mudahan tulisan di atas dapat membantu Anda menghadapi kesulitan karir Anda saat ini atau mendatang.
      Dalam pelaksanaan tanggung jawab pengembangan karir seharusnya diterima bukan sekedar promosi ke jabatan yang lebih tinggi, tetapi sukses karir yang dimaksudkan seorang karyawan mengalami kemajuan dalam bekerja, berupa perasaan puas dalam setiap jabatan yang dipercayakan oleh organisasi (Moekijat,1995: 36). Disamping itu sukses dalam pengembangan karir yang berarti pegawai mengalami kemajuan dalam bekerja adalah meningkatkan keterampilan sehingga lebih berprestasi. Seperti yang dikemukakan Moekijat, yang paling penting dalam suatu jabatan adalah:
  1. Kesempatan untuk melakukan sesuatu yang membuat pegawai merasa senang.
  2. Kesempatan untuk mencapai sesuatu yang berharga. 
  3. Kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang baru.
  4. Kesempatan untuk mengembangkan kecakapan kemampuan. 
      Ketidakselarasan pengembangan karir dan perencanaan karir dapat bersumber dari perspektif organisasi yang lebih melihat pengembangan karir dari segi tujuan yang ingin dicapai oleh organisasi, yaitu : 
  1. Untuk memenuhi kebutuhan SDM, organisasi menentukan persyaratan dengan kualifikasi tertentu dan pada waktu tertentu yang mungkin tidak dapat dipenuhi oleh individu.
  2. Adanya jalur karir yang ditetapkan organisasi berdasarkan kepentingan bisnis maupun organisasi itu sendiri yang mungkin tidak sejalan dengan perencanaan karir individu.
  3. Kepentingan organisasi yang sangat bervariasi pada saat melaksanakan seleksi, penugasan, pengembangan yang tidak selaras dengan apa yang direncanakan oleh individu.
       Untuk merencanakan karir secara baik ada beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan, yaitu: 
  1. Motivasi sangat terkait dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan yang realistis namun sekaligus menantang akan menimbulkan motivasi untuk meraihnya. Tujuan yang sangat muluk-muluk tanpa memperhatikan kewajarannya dapat melemahkan motivasi bahkan menimbulkan putus asa mengingat kesulitan untuk mencapainya dan terasa musykil. Jadi untuk membangun motivasi dalam perencanaan karir buatlah tujuan karir yang menantang sekaligus realistis.
  2. Kompetensi meliputi seluruh aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki. Jika ingin meniti karir dalam bidang tertentu, katakanlah dalam bidang pemasaran, anda harus meningkatkan pengetahuan anda tentang pemasaran, meningkatkan keterampilan pemasaran dan bersikap bagaikan seorang marketer. Keberhasilan pencapaian perencanaan karir ditentukan pula oleh jejaring yang kita miliki. Sejauh mana orang lain mengenal diri kita, sejauh mana orang lain mengenal kemampuan kita.
  3. Jejaring (networking) juga akan membuka akses, memberikan peluang bagi kita untuk lebih meningkatkan pencapaian karir. Tentu hal ini tetap harus berlandaskan motivasi dan kompetensi.
  4. Peluang adalah faktor yang relatif uncontrollabel, diluar kendali kita. Namun, kita dituntut jeli melihatnya, sering disebut peluang jarang berulang dua kali, begitu diperoleh kita harus jeli melihatnya dan segera menangkap apabila hal tersebut selaras dengan perencanaan karir yang telah dibuat.
  5. Konsistensi  dan fleksibilitas. Sengaja kedua hal ini disatukan, mengingat disatu sisi hal ini sesungguhnya tidak saling terpisahkan namun disisi lain kita pun harus jeli kapan harus tetap konsisten dan kapan bisa fleksibel. Kita harus tetap konsisten jika menyangkut nilai dasar kita dalam merencanakan karir, nilai adalah prinsip dan harus ditegakkan secara konsisten. Selain itu untuk tujuan yang bersifat jangka panjang kita pun harus konsisten. Namun, kita bisa fleksibel apabila hal itu lebih bersifat teknis, operasional dan bersifat ”temporary” atau berjangka pendek. Jika menyangkut kompetensi anda harus konsisten dengan ”core competency” yang dimiliki, namun dapat lebih fleksibel untuk ”functional competency” atau ”specific competency.”
      Demikian saja Sobat, semoga bermanfaat ya..

Pengertian Karir

      Sobat pembaca, karir adalah perjalanan yang dilalui seseorang selama hidupnya atau dengan kata lain, semua pekerjaan atau jabatan yang ditangani atau dipegang selama kehidupan kerja seseorang. Dengan demikian, karir menunjukkan perkembangan para pegawai secara individual dalam jenjang jabatan atau kepangkatan yang dapat dicapai selama masa kerja dalam suatu organisasi.
Pengertian Karir
Pengertian Karir

      Beberapa hal yang menyangkut tentang karir menurut Daniel C. Feldam dan Hugh J. Arnold adalah sebagai berikut: 
  1. Istilah karir tidak hanya berhubungan dengan individu yang mempunyai pekerjaan yang statusnya tinggi atau yang mendapat kemajuan cepat. Istilah karir sedikit-banyak telah “didemokratisasi: sekarang karir menunjukkan rangkaian atau urutan pekerjaan/ jabatan yang dipegang oleh orang-orang selama riwayat pekerjaannya, tidak pandang tingkat pekerjaan atau tingkat organisasinya. Pejabat pimpinan mempunyai karir, demikian pula sekretaris pejabat pimpinan.
  2. Istilah karir tidak lagi hanya menunjukkan perubahan pekerjaan gerak vertikal, naik dalam suatu organisasi. Meskipun sebagian besar karyawan masih berusaha mencapai kemajuan, akan tetapi banyaknya orang yang menolak pekerjaan yang lebih berat tanggung jawabnya untuk tetap dalam jabatan yang sekarang dipegang dan disukainya, makin bertambah. Sekarang banyak gerakan karir kesamping/ secara horizontal dan kadang-kadang kebawah.
  3. Istilah karir tidak lagi mempunyai arti yang sama dalam suatu pekerjaan dalam suatu mata pencaharian atau dalam suatu organisasi. Sekarang terdapat fakta-fakta bahwa kian lama kian banyak individu yang mengalami apa yang disebut banyak karir, jalur-jalur karir yang mengandung dua atau tiga bidang yang berlainan dan dua atau tiga organisasi yang berlainan pula. 
  4. Tidak ada anggapan lagi bahwa organisasi dapat mengendalikan karir individu secara sepihak. 
      Untuk memelihara pegawai yang dihargai organisasi juga menjadi lebih tanggap terhadap tuntutan individu-individu dan kebutuhan pegawai-pegawai. Terdapat lebih banyak tekanan pada perencanaan dan kurang pada “melihat bagaimana sesuatu itu menghasilkan”, baik pada pihak individu maupun pihak organisasi. Terdapat dua cara pendekatan untuk memahami makna karir: Pendekatan pertama memandang karir sebagai pemilikan (a property) dan occupation atau organisasi. Dimana karir dapat dilihat sebagai jalur mobilitas di dalam organisasi yang tunggal. Pendekatan kedua memandang karir sebagai suatu properti atau kualitas individual dan bukan okupsi atau organisasi. Setelah setiap individu mengakumulasikan serangkaian jabatan, posisi, dan pengalaman tertentu pendekatan ini mengakui kemajuan karir yang telah dicapai seseorang. Pada umumnya yang mempengaruhi karir seseorang adalah: keluarga, lingkungan, pendidikan, saran-saran mengenai sumber karir, peran karyawan itu sendiri.
      Nah Sobat, berdasarkan berbagai definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwa karir adalah merupakan rangkaian atau urutan posisi pekerjaan atau jabatan yang dipegang selama kehidupan kerja seseorang.

Monday, March 25, 2013

Indikator dan Pengembangan Budaya Organisasi

  • Indikator Budaya Organisasi
      Indikator budaya organisasi dapat dikemukakan sebagai berikut: 
    Indikator dan Pengembangan Budaya Organisasi
    Indikator dan Pengembangan Budaya Organisasi
    1. Inovatif memperhitungkan resiko, artinya bahwa setiap karyawan akan memberi perhatian yang sensitif terhadap segala permasalahan yang mungkin dapat resiko kerugian bagi kelompok organisasi secara keseluruhan.
    2. Memberikan perhatian pada setiap masalah secara detail didalam melakukan pekerjaan, akan menggambarkan ketelitian dan kecermatan dari karyawan didalam melaksanakan tugasnya.
    3. Berorientasi pada hasil yang akan dicapai. Supervisi seorang manajer terhadap bawahannya merupakan salah satu cara manajer untuk mengarahkan dan memberdayakan mereka. Melalui supervisi ini dapat diuraikan tujuan organisasi dan kelompok serta anggotanya.
    4. Berorientasi kepada semua kepentingan karyawan. Keberhasilan atau kinerja organisasi salah satunya ditentukan oleh tim kerja (Teams Work), dimana kerjasama tim dapat dibentuk apabila manajer dapat melakukan supervisi dengan baik terhadap bawahannya.
    5. Agresif dalam bekerja. Produktivitas tinggi dapat dihasilkan apabila performa karyawan dapat memenuhi standar yang dibutuhkan untuk melakukan tugasnya. Performa yang baik dimaksudkan antara lain kualifikasi keahlian (Ability and skill) yang dapat memenuhi persyaratan produktivitas serta harus di ikuti dengan disiplin dan kerajinan yang tinggi.
    6. Mempertahankan dan menjaga stabilitas kerja. Karyawan harus mampu menjaga kondisi kesehatannya agar tetap prima, kondisi seperti ini hanya dapat dipenuhi apabila secara teratur mengkonsumsi makanan bergizi berdasarkan nasehat ahli gizi. 
  • Pengembangan Budaya Organisasi
      Budaya organisasi menurut Cross dan Shicman dapat dikembangkan dengan menggunakan metode yang dapat membuat suatu kondisi (Conditioning), dimana budaya organisasi dapat menjadi suatu keterpaduan budaya. 
    1. Pengembangan Budaya Sesuai dengan Tuntutan Sejarah. Membuat kondisi dimana organisasi mengidentifikasikan tuntutan berdasarkan komitmen sejarah (Historycal) dari orang-orang terdahulu yang dianggap sebagai pahlawan didalam pembangunan dan pengembangan ekonomi sosial, serta politik baik didalam lingkup perusahaan maupun lingkup regional, nasional, maupun internasional.
    2. Kreatifitas dan Pemahaman Keutuhan. Mengkondisikan bahwa kreatifitas dan pemahaman akan keutuhan anggota dapat dibentuk dengan metode kepemimpinan dan aturan yang berlaku secara tersurat maupun tersirat, demikian juga etika dalam berkomunikasi (Norm and Values) harus dijunjung tinggi. Kreatifitas merupakan efek dan proses berpikir dari orang apabila dapat dikembangkan berdasarkan nilai dan norma serta aturan yang berlaku akan dapat dikembangkan menjdi salah satu aspek dalam menciptakan inovasi. 
    3. Promosi, Pemahaman Tentang Anggota. Perencanaan karir yang baik yang merupakan hasil dan kebijakan manajemen, yang menggambarkan program promosi berjalan secara alamiah dan terstruktur sesuai dengan rencana yang disusun berdasarkan tuntutan perubahan. Program promosi akan dapat berjalan apabila performa karyawan sesuai standar dan berkembang menurut eskalasi tuntutan jabatan, dan sistem penghargaan berjalan dengan baik.
    4. Tingkat Pertukaran Diantara Anggota. Melakukan pertukaran diantara sesama anggota yang lebih sering dilakukan dengan tujuan menciptakan kebersamaan dan pendalaman pada masing-masing bidang keterampilan disetiap anggota. Tingkat pertukaran dapat dimulai dengan memfasilitasi kotak antara sesama anggota organisasi. 
      Demikian Sob, moga bermanfaat ya...

Teori Budaya Organisasi

      Sobat pembaca, menurut Feldmen (1966), budaya terdiri dari sikap belajar, kepercayaan dan tingkah laku yang merupakan ciri dari sebuah masyarakat, individu, atau sebuah populasi. Budaya berpindah dari satu generasi ke generasi berikutnya dalam bentuk tulisan dan lisan. Budaya juga menggambarkan karya manusia seperti seni, musik, literatur, dan arsitektur. Budaya juga dapat berbentuk non materi, meliputi hasil ciptaan yang bersifat abstrak seperti nilai-nilai, kepercayaan simbol, norma-norma, adat istidat, dan peraturan institusional.
Teori Budaya Organisasi
Teori Budaya Organisasi
      Budaya dipandang sebagai:
  1. Nilai-nilai atau norma yang merujuk kepada bentuk pernyataan tentang apa yang dapat dan apa yang tidak dapat dilakukan oleh anggota organisasi.
  2. Sebagai asumsi yang merujuk kepada hal-hal apa saja yang dianggap benar atau salah
      Pengertiannya, bahwa aturan yang menyatakan suatu sikap dan perilaku yang menuntun dan mendorong anggota masyarakat untuk melakukan segala sesuatunya secara benar, serta menghambat dan menghalangi orang untuk tidak berbuat sesuatu yang salah. Dan dengan adanya rujukan yang menyatakan kebenaran dan kesalahan, tindakan anggota masyarakat akan selalu dituntun rambu-rambu nilai dan norma tersebut.
      Budaya dapat dipandang dari tingkat: 
  1. Artefak dan kreasi, seperti seni, teknologi atau perilaku yang diamati.
  2. Nilai-nilai, yaitu norma-norma kelompok dalam bentuk konsensus sosial atau lingkungan fisik.
  3. Asumsi-asumsi, yaitu kepercayaan, persepsi, perasaan yang menjadi sumber tindakan dalam hubungan antar manusia dengan lingkungan sifat kodrati manusia, aktifitas manusia (Lindsay, 1997)
      Maksudnya adalah budaya merupakan tradisi yang direfleksikan dalam penerapan nilai-nilai atau norma-norma kaidah yang berlaku dalam suatu masyarakat baik didalam bertingkah laku, bekerja, serta berkomunikasi didalam lingkungan berdasarkan ciri dan karakteristik masyarakat tersebut.
      Konsep dari suatu budaya organisasi adalah pertimbangan penggunaan nilai-nilai, simbol, dan beberapa faktor dalam budaya berkomunikasi kepada karyawan didalam mencapai tujuan organisasi, (Moorhead dan Griffin, 1991). Artinya bahwa ada beberapa satuan nilai yang diberikan individu dalam perusahaan. Nilai-nilai itu adalah yang baik, yang dapat diterima dalam bentuk perilaku dan apa yang sulit diterima oleh perilaku.

Hakikat Budaya Organisasi

Hakikat Budaya Organisasi
Hakikat Budaya Organisasi
      Budaya organisasi (Organizational Culture) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari lingkungan internal organisasi, karena keragaman budaya yang ada dalam organisasi sama banyaknya dengan jumlah individu yang ada dalam organisasi. Secara garis besar, salah satu aspek kepuasan kerja diperlihatkan dari ukuran responden sikap terhadap lingkungan kerja, karena lingkungan kerja merupakan unsur lingkungan kerja yang telah disepakati bersama menjadi suatu ciri budaya diantara sesama karyawan, yang disebut sebagai budaya organisasi.
      Suatu organisasi memerlukan suatu budaya yang merupakan kumpulan persepsi secara umum dari seluruh karyawan sebagai anggota organisasi, yang dijadikan sebagai suatu sistem yang menggabungkan beberapa pengertian yang secara eksplisit dianggap sebagai defenisi budaya organisasi. Untuk mendalami hakikat budaya organisasi, perlu terlebih dahulu pendalaman tentang perilaku organisasi, yang didefenisikan sebagai studi mengenai perilaku manusia didalam organisasi, yang menggunakan ilmu pengetahuan tentang bagaimana orang bertindak dalam organisasi. Perilaku organisasi ini berdasarkan analisis terhadap orang yang ditujukan bagi kemanfaatan orang (Ivan Cerich, 1996).
      Elemen kunci dari perilaku organisasi adalah :
  1. Orang, merupakan variabel yang paling sensitif dan independen terhadap perilaku organisasi, disebabkan orang dapat berinteraksi sesuai dengan sikap yang dikehendakinya.
  2. Struktur, yang mengatur tentang pembagian tugas dan tanggungjawab kepada masing-masing orang yang ada dalam organisasi.
  3. Teknologi dan lingkungan adalah unsur eksternal yang sangat penting diperhatikan suatu organisasi, disebabkan teknologi dan lingkungan yang sangat cepat berubah tanpa dapat dibatasi dalam batas pemikiran orang secara rasional.
      Menurut Tosi, Rizzo, Carrol seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:264), budaya organisasi dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu: 
  1. Pengaruh umum dari luar yang luas. Mencakup faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan atau hanya sedikit dapat dikendalikan oleh organisasi. 
  2. Pengaruh dari nilai-nilai yang ada di masyarakat. Keyakinan-keyakinan dn nilai-nilai yang dominan dari masyarakat luas misalnya kesopansantunan dan kebersihan.
  3. Faktor-faktor yang spesifik dari organisasi. Organisasi selalu berinteraksi dengan lingkungannya. Dalam mengatasi baik masalah eksternal maupun internal organisasi akan mendapatkan penyelesaian-penyelesaian yang berhasil. Keberhasilan mengatasi berbagai masalah tersebut merupakan dasar bagi tumbuhnya budaya organisasi.
      Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
  1. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
  2. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
  3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
  4. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
  5. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.
      Sobat pembaca, dengan menilai organisasi itu berdasarkan pemaparan di atas, maka diperoleh gambaran majemuk dari budaya organisasi itu. Gambaran ini menjadi dasar untuk perasaan pemahaman bersama yang dimiliki para anggota mengenai organisasi itu, bagaimana urusan diselesaikan di dalamnya, dan cara para anggota berperilaku. Dengan demikian, teknologi dan lingkungan sebagai elemen kunci dari perilaku organsisasi akan merubah perilaku organisasi, dan secara langsung dapat merubah ciri budaya organisasi itu sendiri.

Pengertian Budaya Organisasi

      Sobat pembaca, banyak hal yang telah kita kelupas tentang organisasi, mulai dari fungsi, azas, iklim dan masih banyak lagi.. Nah, kali ini kita berbicara tentang Budaya Organisasi. Budaya...? Iya, Budaya organisasi.. Selamat membaca ya..
Pengertian Budaya Organisasi
Pengertian Budaya Organisasi
      Dalam kehidupan masyarakat sehari-hari tidak terlepas dari ikatan budaya yang diciptakan. Ikatan budaya tercipta oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam keluarga, organisasi, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.
      Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian budaya organisasi menurut beberapa ahli, yakni sebagai berikut:
  1. Menurut Wood, Wallace, Zeffane, Schermerhorn, Hunt, Osborn (2001:391), budaya organisasi adalah sistem yang dipercayai dan nilai yang dikembangkan oleh organisasi dimana hal itu menuntun perilaku dari anggota organisasi itu sendiri.
  2. Menurut Tosi, Rizzo, Carroll seperti yang dikutip oleh Munandar (2001:263), budaya organisasi adalah cara-cara berpikir, berperasaan dan bereaksi berdasarkan pola-pola tertentu yang ada dalam organisasi atau yang ada pada bagian-bagian organisasi.
  3. Menurut Robbins (1996:289), budaya organisasi adalah suatu persepsi bersama yang dianut oleh anggota-anggota organisasi itu.
  4. Menurut Schein (1992:12), budaya organisasi adalah pola dasar yang diterima oleh organisasi untuk bertindak dan memecahkan masalah, membentuk karyawan yang mampu beradaptasi dengan lingkungan dan mempersatukan anggota-anggota organisasi. Untuk itu harus diajarkan kepada anggota termasuk anggota yang baru sebagai suatu cara yang benar dalam mengkaji, berpikir dan merasakan masalah yang dihadapi.
  5. Menurut Cushway dan Lodge (GE : 2000), budaya organisasi merupakan sistem nilai organisasi dan akan mempengaruhi cara pekerjaan dilakukan dan cara para karyawan berperilaku.
      Dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan budaya organisasi adalah sistem nilai organisasi yang dianut oleh anggota organisasi, yang kemudian mempengaruhi cara bekerja dan berperilaku dari para anggota organisasi.

Sunday, March 24, 2013

Pengertian Efesiensi

      Sobat pembaca, efesiensi merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan secara optimal. Keberhasilan perusahaan dapat mencerminkan efesiensi yaitu apabila penggunaan bahan baku sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Pengertian Efesiensi 1
Admin
      Menurut Abdul Halim, Ahmad Tjahono dan Muh. Husein (2000:64), menyatakan bahwa “Efesiensi adalah ratio antara output atau jumlah output per unit dibandingkan input”. Sedangkan menurut H. Emerson (1998:15), mengatakan bahwa: “Efesiensi adalah perbandingan yang baik antara input dan output, antara keuntungan dengan biaya (antara pelaksanaan dengan sumber-sumber yang digunakan)”. Yang dimaksud dengan input di sini adalah semua sumber (resources) yaitu sarana dan prasarana yang digunakan dalam produksi barang maupun jasa. Sedangkan yang dimaksud dengan output adalah hasil produksi yang berwujud dan barang jadi. 
      Menurut Robert N. Antony, Jhon Dearden dan Norton N. Bedford alih : “Efesiensi menggambarkan berapa banyak masukan yang diperlukan untuk menghasilkan keluaran tertentu, unit organisasi efesien oleh unit yang menghasilkan keluaran dan pengggunaan masukan minimal atau menghasilkan keluaran terbanyak dengan masukan yang tersedia”.
Pengertian Efesiensi
Pengertian Efesiensi
      Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa efesiensi merupakan pelaksanaan operasi secara efektif tanpa adanya pemborosan yang berarti dalam pencapaian tujuan perusahaan, dimana unit organisasi yang paling efesien adalah yang menggunakan masukan yang tersedia secara optimal untuk menghasilkan keluaran yang maksimum.

Menetapkan Jumlah Kebutuhan Persediaan

      Dari pola persediaan yang ada dapat terlihat bahwa perusahaan perlu selalu menghitung berapakah jumlah yang akan dibeli, berapakah yang harus selalu tersedia dan berapakah kebutuhan perusahaan. Untuk menetapkan jumlah persediaan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan perlu dihitung:
  1. Penaksiran Kebutuhan perusahaan. Penaksiran kebutuhan persediaan perlu diramalkan terlebih dahulu agar perusahaan mempunyai pedoman untuk melakukan pembelian guna menyediakan stok bagi proses produksi. Cara-cara penaksiran kebutuhan perusahaan dapat digunakan dengan berbagai cara, misalnya dengan:
  2. Menetapkan Jumlah Kebutuhan Persediaan
    Menetapkan Jumlah Kebutuhan Persediaan
    1. Kualitatif yaitu berdasarkan pengalaman dan situasi serta kondisi dunia usaha dalam menaksir berapakah rencana penjualan perusahaan dan berapakah jumlah kebutuhan untuk tahun-tahun yang akan datang.
    2. Kuantitatif yaitu perusahaan menggunakan metode-metode peramalan yang ada dalam ilmu statistik atau dengan mengadakan perhitungan-perhitungan angka equivalensi. Kebutuhan persediaan bahan baku perlu diramalkan terlebih dahulu karena perusahaan harus mempunyai pegangan untuk melakukan pembelian dan untuk menyediakan stok bagi proses produksi. Peramalan persediaan bahan baku pada dasarnya dihitung dari peramalan jumlah penjualan yang akan dilakukan oleh bagian penjualan. Jadi budget penjualan ditetapkan terlebih dahulu dan atas dasar itu dapat dihitung budget produksi dan kebutuhan bahan bakunya.
  3. Economic Lot Size (ELS). Persediaan yang terlalu banyak akan mengakibatkan terjadinya penumpukan bahan baku di gudang yang menyebabkan tingginya biaya penyimpanan dan penanganan bahan. Namun sebaliknya, jika persediaan terlalu sedikit juga dapat mengganggu proses produksi. Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan informasi mengenai berapa jumlah pesanan yang paling ekonomis. Dalam menentukan jumlah pesanan yang paling ekonomis maka harus memperhatikan persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
    1. Hanya ada tiga jenis biaya yang diperhitungkan, yaitu:
      • Harga barang
      • Biaya penyimpanan
      • Biaya pemesanan satu kali pesan
    2. Biaya-biaya per unit dianggap tetap sepanjang tahun (harganya konstan)
    3. Jumlah pemakaian setahun konstan
    4. Pola pemakaian persediaan tetap (pola yang ideal) dan pengadaan persediaan dapat sekaligus Perhitungan yang dapat digunakan dalam menentukan pesanan yang paling ekonomis adalah dengan menggunakan rumus EOQ (Economic Order Quantity) dan Fixed Order Size
  4. Safety Stock (SS) adalah jumlah persediaan yang selalu harus ada di perusahaan untuk menjaga adanya kemungkinan fluktuasi penggunaan persediaan yang meningkat atau adanya keterlambatan datangnya pesanan.
  5. Re Order Point (ROP). Pada tingkat jumlah persediaan berapakah perlu diadakan pemesanan kembali? Pemesanan kembali persediaan perlu diadakan kembali tentu saja pada tingkat sebelum persediaan mencapai safety stock. Untuk dapat menghitung berapa lamakah waktu yang diperlukan antara mulai dilakukannya pemesanan sampai dengan datangnya pesanan tersebut, lamanya waktu itu yang disebut dengan waktu pemesanan. Pemesanan kembali perlu ditetapkan untuk menjaga kemungkinan jangan sampai safety stock habis dipakai sehingga perusahaan kehabisan persediaan.
      Semoga bermanfaat ya Sob...

Menetapkan Sistem Persediaan

      Sobat pembaca, masih berbicara tentang persediaan, tahukah bahwa ada tiga sistem pengendalian persediaan di dalam proses pengendalian persediaan. Ketiga sistem pengendalian persediaan tersebut, yaitu:
Menetapkan Sistem Persediaan
Menetapkan Sistem Persediaan
  1. Ideal Order System yaitu sistem yang membentuk persediaan bahan yang sama dengan kebutuhan dan pembelian akan dilakukan setelah persediaan habis. Dengan asumsi bahwa:
    1. Bahan atau barangnya mudah didapat.
    2. Pembelian dapat dilakukan setiap saat dalam jumlah yang dikehendaki.
    3. Pemakaian rata-rata tidak berfluktuasi.
  2. Fixed Order Size System, asumsinya berikut ini:
    1. Pemesanan atau pembelian dilakukan apabila telah mencapai titik pemesanan kembali (Re Order Point).
    2. Jumlah pembelian selalu dengan jumlah yang paling ekonomis.
    3. Jarak waktu antara pemesanan yang satu dengan yang lainnya tidak sama.
  3. Fixed Order Interval System, merupakan sistem yang bertolak dari pemeriksaan persediaan yang dilakukan pada jarak waktu yang teratur dan mengakibatkan kuantitas pemesanan selalu berubah-ubah. Asumsinya adalah: 
    1. Jumlah yang dipesan atau dibeli setiap kali tidaklah sama.
    2. Waktu pembelian telah ditentukan atau telah ditetapkan jumlahnya.
    3. Jarak antara pemesanan yang satu dengan pemesanan yang lainnya sama.
      Dari ketiga sistem di atas, untuk menentukan sistem mana yang paling baik tergantung pada: 
  1. Jenis persediaan yang ada
  2. Kepastian gudang yang tersedia di perusahaan
  3. Keadaan pasar
      Nah Sobat, semoga bermanfaat ya..

Thursday, March 21, 2013

Maksud, Fungsi dan Tujuan Persediaan

  • Maksud dan Tujuan Persediaan
       Pada prinsipnya maksud persediaan adalah untuk memudahkan dan melancarkan proses produksi suatu perusahaan dalam memenuhi kebutuhan para konsumennya. Adapun maksud dari adanya persediaan menurut Freddy Rangkuti (2002:2) adalah sebagai berikut: 
    Maksud, Fungsi dan Tujuan Persediaan
    Maksud, Fungsi dan Tujuan Persediaan
    1. Karena dibutuhkannya waktu menyelesaikan operasi dan untuk memindahkan produk dari suatu tingkat proses lainnya yang disebut persediaan dalam proses dan pemindahan.
    2. Untuk memungkinkan suatu unit atau bagian membuat jadwal operasinya secara bebas, tidak tergantung dari yang lainnya.
      Sedangkan tujuan persediaan menurut Freddy Rangkuti (2000:2), yaitu:
    1. Menghilangkan resiko keterlambatan datangnya barang/bahan yang dibutuhkan perusahaan. 
    2. Menghilangkan resiko dari materi yang dipesan berkualitas tidak baik sehingga harus dikembalikan.
    3. Untuk mengantisipasi bahan yang dihasilkan secara musiman sehingga dapat digunakan bila bahan itu tidak ada dalam pasaran.
    4. Mempertahankan stabilitas operasi perusahaan atau menjamin kelancaran arus produksi
    5. Mencapai penggunaan mesin yang optimal.
    6. Memberikan pelayanan kepada langganan dengan sebaik-baiknya, dengan memeberikan jaminan tersedianya barang jadi.
    7. Membuat pengadaan atau produksi tidak perlu sesuai dengan penggunaan atau penjualannya.
      Dengan tujuan di atas dapat disimpulkan bahwa persediaan diharapkan tersedia dalam jumlah yang optimal, sehingga memperkecil biaya persediaan yang ditimbulkan akibat kelebihan atau kekurangan stok. 
  • Fungsi Persediaan
      Menurut Dr. Zulian Yamit, Msi (2003:6), ada empat faktor yang dijadikan fungsi dari persediaan, yaitu: 
    1. Faktor waktu, menyangkut lamanya proses produksi dan distribusi sebelum barang jadi sampai kepada konsumen.
    2. Faktor ketidakpastian waktu datang dari supplier, menyebabkan perusahaan memerlukan persediaan agar tidak menghambat proses produksi maupun keterlambatan pengiriman kepada konsumen.
    3. Faktor ketidakpastian penggunaan dari dalam perusahaan, disebabkan oleh kesalahan dalam peramalan permintaan, kerusakan mesin, keterlambatan operasi, bahan cacat dan berbagai aspek lainnya.
    4. Faktor ekonomis, adalah adanya keinginan perusahaan untuk mendapatkan alternatif biaya rendah dalam memproduksi atau membeli item dengan menentukan jumlah yang paling ekonomis.
      Sedangkan Freddy Rangkuti (2004:15), menyebutkan bahwa fungsi-fungsi persediaan adalah sebagai berikut: 
    1. Fungsi Decoupling adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan pelanggan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan bahan mentah diadakan agar perusahaan tidak sepenuhnya tergantung pada pengadaannya dalam kuantitas dan waktu pengiriman. 
    2. Fungsi Economic Lot Sizing. Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar dibandingkan biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, resiko, dan lain sebagainya).
    3. Fungsi Antisipasi. Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman atau data-data masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (seasonal inventories). Di samping itu, perusahaan juga sering menghadapi ketidakpastian jika waktu pengiriman dan permintaan barang-barang selama periode tertentu. Dalam hal ini perusahaan memerlukan persediaan ekstra yang disebut persediaan pengaman (safety stock).
       Demikian saja Sob, moga bermanfaat ya..